Berita Terbaru :
Hari Terakhir PSBB Tahap 2, Positif Covid 19 Jatim Bertambah 233 Orang
Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Jalanan Sepi, Pedagang Oleh - Oleh Merugi
Polisi Periksa Kendaraan Arus Balik di Exit Tol Nganjuk
Dampak Covid, Penjual Oleh - Oleh Khas Gresik Sepi Pembeli
Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampung
Kedapatan Akan Mudik, Satu Keluarga Asal Sidoarjo Diminta Putar Balik
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
   

Lapak Liar Tempat Esek - Esek Pasar Muneng Dibongkar Petugas
Mataraman  Kamis, 08-08-2019 | 17:34 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Sekitar 47 lapak liar di dalam Pasar Muneng dibongkar paksa petugas gabungan. Hal ini lantaran sudah bertahun - tahun lapak tersebut terindikasi jadi tempat esek-esek pria hidung belang dan WTS di wilayah perbatasan Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Ngawi.

Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dengan dibantu tokoh masyarakat sekitar membongkar secara paksa bedak liar yang ada di dalam Pasar Muneng Desa Muneng Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Tak satupun bedak yang tersisa, hampir semua barang - barang yang ada di dalam lapak dibongkar lantaran tempat tersebut sudah bertahun - tahun dijadikan lokasi ajang esek esek pria hidung belang dan wanita tuna susila.

Dalam pembongkaran 47 bedak ini, tidak ada perlawanan dari warga ataupun pemilik lapak . Petugas meminta para pemilik lapak untuk segera mengangkut barang - barangnya keluar dari lingkungan pasar. Salah satu pedagang Pasar Muneng yang sudah mendirikan lapak tersebut sejak 30 tahun terakhir, mengaku, rata rata pasar ramai di saat jam - jam malam sekitar jam 8 - 12 malam, bukan layaknya aktivitas jual beli pasar biasanya. 

"Pembongkaran ini dikarenakan fungsi Pasar Muneng sudah jauh menyimpang dan menjadi lokasi praktik prostitusi," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja , Kabupaten Madiun , Supriyadi.

Selain itu, untuk mengubah stigma negatif yang sudah puluhan tahun melekat dan faktor kesadaran akan penyebaran penyakit HIV/AIDS juga menjadi alasan utama pembongkaran lapak liar tersebut.(end) 

Berita Terkait

Prostitusi Model Cantik Dibongkar, Polisi Tangkap Tiga Mucikari

Prostitusi Model Cantik Dibongkar, Polisi Amankan Tiga Mucikari

Polres Tuban Grebeg Prostitusi Online, Suami Jual Istri Seharga Sejuta

Praktek Prostitusi Threesome di Villa Trawas Dibongkar Polisi
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  14 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  9 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  12 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber