Berita Terbaru :
Razia Kos, Petugas Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri, Salah Satunya Seorang Pegawai Negeri
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
Humas Pemkot Sanggah Walikota Malang Terpapar Covid-19
Banjir Bandang Surut Warga Bersih-Bersih
Jalur Pantura dan Rumah Warga Terendam Banjir Bandang
   

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir
Mataraman  Kamis, 08-08-2019 | 14:40 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Belum tuntas persoalan sampah di aliran sungai, kali ini giliran pencucian pasir yang dikeluhkan warga, karena menyebabkan air sungai keruh.

Selain menyebabkan air keruh dan mengganggu pertanian, dampak pencucian pasir tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan sediemntasi pada sungai.

Sejumlah warga dan petani di Desa Bunguk Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, mengeluhkan air di sungai dan irigasi yang keruh. Bukan karena banjir bandang, akan tetapi warga mengaku, hal tersebut disebabkan karena ada aktivitas pencucian pasir.

Kondisi air menjadi keruh dengan warna kecokelatan. Padahal air ini biasanya dimanfaatkan warga, untuk mencuci. Bahkan sebagian mandi di aliran sungai yang melewati saluran air dekat pemukiman warga tersebut.

Salah satu warga sekitar, Tukimin, mengaku,biasanya air keruh terjadi pada pagi hari hingga sore. "Sementara pada malam hari air relatif jernih, karena pencucian pasir berhenti beraktifitas," ucapnya.

Selain tidak bisa dimanfaatkan untuk mencuci, air keruh sepanjang sungai bungkuk menuju mategal ini, juga berdampak buruk pada pertanian. "Karena airnya bercampur lumpur pembuangan cucian pasir," kata Tukimin.

Pantauan JTV di lapangan, ada dua lokasi pencucian pasir di hulu sungai bungkuk tersebut. Pihak pengelola, langsung membuang air bekas cucian pasir tersebut ke aliran sungai.

Selain menyebabkan air keruh, pembuangan limbah pencucian pasir ke aliran sungai, dikhawatirkan bisa menyebabkan sidementasi, dan mematikan sumber-sumber air di aliran sungai.

Warga berharap ada tindakan tegas dari desa atau pihak terkait, agar petani dan warga pemanfaat air sungai tidak dirugikan. (yos)

Berita Terkait

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  7 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  6 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  11 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber