Berita Terbaru :
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
   

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir
Mataraman  Kamis, 08-08-2019 | 14:40 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Belum tuntas persoalan sampah di aliran sungai, kali ini giliran pencucian pasir yang dikeluhkan warga, karena menyebabkan air sungai keruh.

Selain menyebabkan air keruh dan mengganggu pertanian, dampak pencucian pasir tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan sediemntasi pada sungai.

Sejumlah warga dan petani di Desa Bunguk Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, mengeluhkan air di sungai dan irigasi yang keruh. Bukan karena banjir bandang, akan tetapi warga mengaku, hal tersebut disebabkan karena ada aktivitas pencucian pasir.

Kondisi air menjadi keruh dengan warna kecokelatan. Padahal air ini biasanya dimanfaatkan warga, untuk mencuci. Bahkan sebagian mandi di aliran sungai yang melewati saluran air dekat pemukiman warga tersebut.

Salah satu warga sekitar, Tukimin, mengaku,biasanya air keruh terjadi pada pagi hari hingga sore. "Sementara pada malam hari air relatif jernih, karena pencucian pasir berhenti beraktifitas," ucapnya.

Selain tidak bisa dimanfaatkan untuk mencuci, air keruh sepanjang sungai bungkuk menuju mategal ini, juga berdampak buruk pada pertanian. "Karena airnya bercampur lumpur pembuangan cucian pasir," kata Tukimin.

Pantauan JTV di lapangan, ada dua lokasi pencucian pasir di hulu sungai bungkuk tersebut. Pihak pengelola, langsung membuang air bekas cucian pasir tersebut ke aliran sungai.

Selain menyebabkan air keruh, pembuangan limbah pencucian pasir ke aliran sungai, dikhawatirkan bisa menyebabkan sidementasi, dan mematikan sumber-sumber air di aliran sungai.

Warga berharap ada tindakan tegas dari desa atau pihak terkait, agar petani dan warga pemanfaat air sungai tidak dirugikan. (yos)

Berita Terkait

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  12 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  10 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber