Berita Terbaru :
PDIP Tunjuk Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Jawa Timur
Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Ledakan PT Enero
Karena Pegawai Positif, Penutupan Dukcapil Diperpanjang
Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Terbaring Sakit
Dapat Rekom Partai Hanura, Teno Akan Lakukan Konsolidasi Antar Partai Pengusung
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Covid 19
Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Keturunan Gipo Kecewa Pemkot Abaikan Langgar Bersejarah
Komisi D Minta Dispendik Kota Surabaya Mengkaji Ulang Sekolah Tatap Muka
   

Seribu Lebih Warga Situbondo Terjangkit Hiv Aids
Kesehatan  Selasa, 06-08-2019 | 17:10 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Berdasar data dari Dinas Kesehatan Situbondo, angka warga terjangkit virus Hiv Aids kini mencapai seribu lebih penderita. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus berupaya dalam menekan perkembangan virus Hiv Aids ke semua golongan masyarakat. Ironisnya, masyarakat yang diduga terjangkit justru dari kalangan ibu rumah tangga.

Seluruh eleman milik Pemerintah Daerah Situbondo, terus berupaya mendeteksi dini dan mendata yang terjangkit virus Hiv Aids. Wakil Bupati Situbondo, Ir Yoyok Mulyadi, mengatakan, tercatat masyarakat situbondo terjangkit virus Hiv Aids mencapai seribu lebih penderita.

"Tak hanya melakukan pendataan, pemeritah daerah melalui dinas kesehatan terus gencar menekan penyebaran virus Hiv Aids tersebut. Angka penderita virus akan terus melambung tinggi jika pemerintah daerah hanya berdiam diri," kata Yoyok Mulyadi.

Bahkan, angka penderita Hiv Aids di Kabupaten Situbondo, masih didominasi oleh ibu rumah tangga. "Pasalnya, perempuan lebih mudah terserang virus Hiv yang berdampak epidemik dibandingkan laki-laki karena alasan biologis, sosiokultural dan ekonomi," imbuh bupati.

Taka hanya itu, pemerintah daerah juga tidak mengucilkan warganya yang sudah terjangkit Hiv Aids. "Diharapakan masyarakat bisa menerima keberadaan odha," ujar Yoyok Mulyadi.

Deteksi dini pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan tak hanya di lakukan kepada ibu rumah tangga. Hasil razia baik di beberapa eks lokalisasi yang terjaring, petugas Satpol PP langung melakukan pengecekan darah mereka. (yos)

Berita Terkait

Penderita HIV-Aids Kabupaten Bojonegoro Capai 1.160 Orang

KPAD Madiun Catat 113 Penderita HIV/Aids Tambahan

Puluhan Mahasiswa Bagikan Bunga Pada Pengguna Jalan di Peringatan Hari Hiv Aids

Puluhan Komunitas Gelar Aksi Damai Peringati Hari Hiv Aids se Dunia
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  2 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  3 jam

Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  13 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  10 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber