Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Kepolisian Resor Tulungagung Bongkar Praktik Prostitusi Anak Bawah Umur
Selasa, 06-08-2019 | 16:20 wib
Oleh : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Kepolisian Resort Tulungagung, membongkar praktik perdagangan manusia, dengan korban anak dibawah umur. Dengan modus dipekerjakan sebagai pelayan warung kopi, korban juga melayani hubungan badan dengan pelanggan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua tersangka, yakni pemilik warung dan penyedia tenaga kerja.

Sri Lestari warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Kota, Surabaya, yang sehari-hari tinggal dan memiliki usaha warung kopi, di Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo, Trenggalek, terpaksa harus berurusan dengan polisi.

Sri Lestari ditetapkan sebagai tersangka bersama Sri Utami, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang sehari-hari tinggal di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, atas dugaan praktik perdagangan manusia.

Kompol Ki Ide Bagus Tri , Wakapolres Tulungagung, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi, terkait adanya transaksi perekrutan anak dibawah umur, yang hendak dipekerjakan sebagai pelayan warung kopi.

Seorang korban yang masih berusia 14 tahun, disuruh tersangka Sri Lestari merekrut orang untuk ikut bekerja di warung kopi miliknya. "Saat menjemput dua calon pekerja yang disediakan oleh tersangka Sri Utamio, yang masing-masing berusia 15 dan 16 tahun itulah, ketiga korban diamankan polisi," kata Kompol Ki Ide Bagus Tri.

Dihadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Tulungagung, korban mengaku, selain bekerja menemani minum pengunjung warung, dia juga melayani hubungan seksual.

Transaksi seksual dilakukan di bilik belakang warung, dengan tarif Rp 200 ribu sekali transaksi. Dari uang tersebut, korban mendapat bagian sebesar Rp 150 ribu dan pemilik warung Rp 50 ribu.

Dari tempat kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang sebesar Rp 600 ribu, sprei dan bungkus alat kontrasepsi. 

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 2 dan 17 UU RI no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan paling lama lima belas tahun penjara. (yos)

Berita Terkait


Kepolisian Resor Tulungagung Bongkar Praktik Prostitusi Anak Bawah Umur

Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur


Polisi Menetapkan Tiga Tersangka Prostitusi Anak di Bawah Umur

Warga Resah Isu Prostitusi Anak Via Facebook

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber