Berita Terbaru :
2 Pasien Covid 19 Sembuh, Pulang Diantar Tim Gugus Tugas
Begini Kondisi Terakir Nenek Umur 105 Tahun Sembuh Covid-19
Total 510 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Batal Berangkat ke Tanah Suci
Produsen Face Shield Meraup Berkah Ditengah Wabah Covid-19
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
   

Alat Pendeteksi Gempa Bumi di Bukit Kerek Ngawi
Mataraman  Selasa, 06-08-2019 | 02:20 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Pulau Jawa merupakan salah satu daerah yang rawan gempa bumi, untuk mendeteksinya BMKG menyebar alat deteksi dini, salah satunya berada di bukit kerek Kabupaten Ngawi. Alat pemantau gempa bumi canggih ini, sangat terawat dan beroperasi selama 24 jam dengan pasokan energi listrik dari panel surya.

Bukit kerek di Desa Kerek Kecamatan  Ngawi, merupakan salah satu perbukitan bagian timur laut Kota Ngawi. Bukit yang sedangkan dikembangkan sebagai lokasi wisata oleh pemdes kerek, juga merupakan rumah bagi alat pendeteksi gempa bumi dari BMKG.

Dibangun sekitar tahun 2009, alat pemantau gempa bumi tersebut, beroperasi selama 24 jam. Untuk menjaga fasilitas penting ini, BMKG menugaskan Murjani (54) warga desa setempat, sebagai penjaganya.

Selama satu bulan, lelaki tersebut mendapatkan honor sekitar Rp 300 ribu, untuk merawat lokasi dan menjaga keamanannya. Selain Murjani, warga Kerek juga sangat peduli untuk menjaga alat tersebut.

Murjani, penjaga alat pemantau gempa bumi, mengatakan, alat canggih tersebut beroperasi selama 24 jam dengan pasokan energi listrik, dari panel surya.

Jika mendeteksi gempa bumi, alat tersebut secara otomatis akan menyampaikan informasi, langsung ke BMKG pusat dengan peralatan komunikasinya.

"Jika terjadi gempa bumi, saya akan memperoleh pemberitahuan dari BMKG, melalui telepon genggamnya. Jika mengalami kerusakan, petugas dari BMKG segera dikirimkan untuk memperbaiki," ucap Murjani.

Alat tersebut selama ini aktiv terlibat pemantauan gempa, di sesar aktif utara lereng gunung lawu dan sesar aktiv lokal lainnya. Sesar aktif lokal tersebut telah terpantau menyebabkan gempa bumi 4,9 skala richter di Ngawi pada 4 November 2016.

Alat ini juga mendeteksi gempa bermagnitudo 2,1 skala richter, di Ngawi pada 3 April 2019. Alat canggih ini, juga ikut mendeteksi rangkaian 19 gempa bumi bermagnitudo 2,5 hingga 3,8 skala richter di Madiun, pada 3 Agustus 2019 lalu. (yos)

Berita Terkait

Alat Pendeteksi Gempa Bumi di Bukit Kerek Ngawi
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  9 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  10 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  8 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber