Berita Terbaru :
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drivethru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idulfitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
   

Bersih Kampung, Kasur dan Tumpeng Hiasi Jalanan Desa Adat Kemiren Banyuwangi
Rehat  Senin, 05-08-2019 | 18:10 wib
Reporter : Iqbal Mustika, Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, punya gawe besar Minggu (4/8) malam kemarin. Sekitar seribu tumpeng disajikan warga di jalanan halaman depan rumah untuk dimakan beramai-ramai.

Tradisi ini dikenal dengan tumpeng sewu yang digelar setiap memasuki bulan dzulhijjah atau yang biasa disebut dengan bulan haji.

Tumpeng sewu ini bertujuan untuk menolak balak yang ada di Desa Kemiren. Selain itu, sebelum dilaksanakan tumpeng sewu, warga kemiren melakukan tradisi mepe kasur.

Usai sholat magrib ritual ini mulai dilangsungkan, di bawah temaram api obor, semua orang duduk dengan tertib bersila di atas tikar maupun karpet yang tergelar di depan rumah maupun di pinggir jalan.

Dihadapan warga tersedia tumpeng yang ditutup daun pisang dengan dilengkapi lauk khas warga kemiren, yaitu pecel pitik dan sayur lalapan sebagai pelengkapnya.

Ketua adat kemiren Suhaimi mengatakan, bahwa tumpeng sewu ini sudah berlangsung sejak jaman nenek moyang. "Adapun tujuanya di gelar tumpeng sewu ini untuk menok balak agar desa tetap aman dan tentram," ujar Suhaimik.

Tumpeng sewu merupakan tradisi adat warga Desa Kemiren. Namun, sebelum makan tumpeng sewu, warga berdoa agar desanya dijauhkan dari segala bencana dan sumber penyakit.

Sebelum dilaksanakan selametan adat tumpeng sewu , puluhan warga kemiren sejak pagi sudah disibukkan dengan mengeluarkan tempat tidur atau yang dikenal dengan kasur. Puluhan kasur pun menghiasi disepanjang jalan kemiren. (yos)

Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  11 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  10 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  9 jam

Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
Olah Raga  8 jam



Cuplikan Berita
Penjelasan Brigjen Sandi Nugroho Terkait Pria Bergamis Adu Mulut di Checkpoin
Pojok Pitu

Oleng, Truk Muat Jeruk Ambruk ke jalan
Pojok Pitu

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Jatim Awan

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Berlakukan Buka Tutup
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber