Berita Terbaru :
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Musim Kemarau, Sawah Jadi Tempat Pembuatan Batu Bata
Mataraman  Sabtu, 03-08-2019 | 22:20 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Tak bisa menggarap sawah karena musim kemarau, para petani justru memanfaatkan areal sawah mereka untuk dijadikan tempat pembuatan batu bata. Mereka mengaku, produksi batu bata saat musim kemarau meningkat dibanding musim penghujan.

Seperti aktivitas warga Desa Klagen Gambiran Kecamatan Maospati Magetan. Saat musim kemarau, mereka memanfaatkan lahan sawah yang mengering, untuk dijadikan tempat pembuatan batu bata.

Selain memanfaatkan lahan sawah, musim kemarau juga membawa berkah tersendiri bagi para perajin batu bata. Karena produksi mereka meningkat dibanding musim penghujan.

Salah satu parajin batu bata, Saidi, saat musim kemarau dirinya mampu memproduksi seribu batu bata setiap hari atau 30 ribu batu bata setiap bulannya. "Sedangkan,  saat musim penghujan hanya bisa produksi 20 ribu batu bata perbulannya," ujar Saidi.

Pada musim kemarau, perajin hanya  butuh  waktu dua hari untuk proses pengeringan batu bata. "Sedangan disaat musim menghujan, pengeringan batu bata bisa mencapai seminggu," ujar Saidi.

Batu bata tersebut dijual seharga 400 rupiah hingga 430 rupiah per-bijinya, tergantung dari kwalitas batu bata itu sendiri. "Biasanya, pembeli langsung ada yang datang untuk memesan batu bata produksi mereka," ucap Saidi. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  13 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  14 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Peristiwa  3 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber