Berita Terbaru :
Remaja Tewas Setelah Seruduk Bokong Truk
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
   

Survey Penyelamatan Situs Petirtaan Berakhir
Mataraman  Sabtu, 03-08-2019 | 17:15 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, Sabtu (3/8) ini menuntaskan survey penyelamatan di situs sumber air bawah di Jombang. Hasilnya diperkirakan bangunan petirtaan ini merupakan peninggalan era majapahit.

Selain menemukan jaladwara atau pancuran air kepala naga, petugas juga menemukan sejumlah tembikar dari struktur bangunan kuno tersebut.

Selama lima hari tim arkeolog menemukan sejumlah petunjuk dan perkiraan ukuran bangunan. Situs petirtaan ini diperkirakan memiliki ukuran barat ke timur  bangunan sepanjang 18 meter dan utara ke selatan kemungkinan  24 meter. Ditengah ditemukan bangunan berbentuk persegi yang menjadi pusat petirtaan ini.
 
Wicaksono Dwi Nugrogo, arkeolog BPCP Jatim, mengatakan, disejumlah bangunan tembok juga ditemukan saluran air untuk aliran air yang di pancurkan melalui jaladwara. "Sebelumnya petugas  menemukan jaladwara atau pancuran berbentuk kepala naga.  Sejumlah pecahan tembikar kuno juga banyak dijumpai di sekitar lokasi," kata Wicaksono Dwi Nugroho.
 
Rencananya setelah survey penyelamatan ini ditutup, tim BPCP Jatim akan melaporkan ke pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Jombang.

Dari hasil laporan akan ditentukan langkah berikut untuk dilakukan eskavasi guna mengetahui seluruh struktur bangunan peninggalan majapahit tersebut.

Perkiraan tim petirtaan ini masih berkait dengan temuan situs batubata di kawasan Dusun Kedaton Desa Bulurejo Diwek dan Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro Jombang. (yos)
 

Berita Terkait

Cari Pemandian Petinggi Kerajaan, BPCB Bakal Gali Situs Sumberbeji Hingga ke Dasar

Warga Temukan Situs Sejarah Saat Hendak Tanam Pisang

BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo

Batu Purbakala Ditemukan di Lahan Area Usaha Pembuatan Batu Bata Mojokerto
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  5 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  7 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber