Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Eks Lokalisasi Moroseneng Disulap Jadi Laboratorium Pusat Pembibitan Tanaman Anggrek
Sabtu, 03-08-2019 | 08:16 wib
Oleh : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Salah satu wisma eks lokalisasi Moroseneng kini disulap menjadi laboratorium Pusat Pembibitan Tanaman Anggrek pertama di Surabaya.

Wisma New Barbara yang terletak di komplek eks lokalisasi Moroseneng, Sememi Surabaya. Dulu, tempat yang dijadikan lokasi memadu kasih antara pria hidung belang dan wanita tuna susila (WTS) ini sangat tenar di jamannya. Namun siapa sangka, lokalisasi yang dulu memiliki pamor yang tak kalah dengan Gang Dolly itu kini disulap menjadi laboratorium kultur jaringan anggrek.

Bahkan terlihat, tak banyak yang dirubah pada wisma yang konon memiliki 50 kamar tersebut, salah satunya adalah stiker bertuliskan New Barbara. Saat masuk ke dalam, sudah tak ada lagi sekat-sekat kamar terlihat. Sebab sekat-sekat kamar itu kini disulap menjadi laboratorium kultur jaringan atau pembibitan tanaman anggrek. Sehingga yang terlihat kini, hanya puluhan tanaman anggrek, ratusan botol kaca, meja laboratorium, ruang inkubasi dan para peneliti yang tengah sibuk bekerja.

Menariknya, ternyata laboratorium ini adalah laboratorium kultur jaringan anggrek pertama di Surabaya, yang diinisiasi oleh Pemkot Surabaya. Dalam proses pembibitannya, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.

"Pertama, harus melalui proses pembuahan, yaitu dengan mengambil serbuk sari dari anggrek-anggrek yang sudah disiapkan. Kemudian dilakukan proses perkawinan antara serbuk sari dengan putik, setelah itu dilakukan penaburan kedalam wadah bernama laminar air flow (LAF). Setelah ditabur, kemudian muncul protokorm like bodies (PLB)," papar Anis Satu Rida, salah tenaga Laboratorium Kultur Jaringan Anggrek dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

"Dari sana, kemudian bisa di sub sebanyak mungkin, ke dalam botol-botol kaca yang sudah disiapkan dan ditunggu selama sembilan bulan, agar bisa di aklimatisasi. Setelah proses aklimatisasi selesai, selanjutnya proses pemindahan planet, dengan cara dicuci terlebih dahulu dan dimasukkan kedalam comunity pot dan ditunggu lagi sekitar 3 bulan, hingga akhirnya baru di pindah ke individual pot. Proses ini dianggap selesai, lantaran hanya menunggu tanaman anggrek membesar," lanjutnya.

Anis Satu Ridajuga menyebutkan, suhu saat proses pembibitan di ruangan inkubasi harus harus homogen atau suhu yang sama sekitar 16 derajat celcius.

Anggrek-anggrek yang ia teliti dan dibibitkan adalah anggrek yang ramah dengan iklim Indonesia, seperti anggrek dendrobium, anggrek phalaenopsis, anggrek cattleya, hingga anggrek callus vanda.(end)

Berita Terkait


Eks Lokalisasi Moroseneng Disulap Jadi Laboratorium Pusat Pembibitan Tanaman Anggrek

Purel Eks Lokalisasi Tuntut Buka Kembali Rumah Karaoke

Berdayakan Warga Eks Lokalisasi, Pemkot Siapkan Pasar Tradisional

Revitalisasi Dolly Belum Tampung Warga Terdampak


10 PSK Eks Lokalisasi Madusari Terjangkit HIV AIDS

Purel Eks Lokalisasi Tuntut Buka Kembali Rumah Karaoke

Diduga Bocor, Petugas Gabungan Tak Temukan Aktifitas Eks Lokalisasi Terbesar di Banyuwangi

Belum Nyentuh PSK, Samiran Tewas di Eks Lokalisasi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber