Berita Terbaru :
Polisi Amankan Balon Udara Yang Nyaris Bakar Rumah Warga
Jalanan Sepi, Pedagang Oleh - Oleh Merugi
Polisi Periksa Kendaraan Arus Balik di Exit Tol Nganjuk
Dampak Covid, Penjual Oleh - Oleh Khas Gresik Sepi Pembeli
Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampung
Kedapatan Akan Mudik, Satu Keluarga Asal Sidoarjo Diminta Putar Balik
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
   

Polres Kediri Ungkap Prostitusi Anak Dibawah Umur
Mataraman  Jum'at, 02-08-2019 | 14:20 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri, berhasil mengungkap kasus prostitusi yang melibatkan gadis dibawah umur disebuah panti pijat. Dari ungkap kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan satu tersangka yang merupakan pemilik panti pijat.

Modus tersangka dalam menjalankan aksinya adalah menyediakan layanan plus-plus untuk konsumen. Beruntung, kasus ini segera terungkap, sehingga masa depan gadis dibawah umur tersebut dapat diselamatkan.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Kediri, membongkar bisnis esek-esek yang mempekerjakan gadis dibawah umur menjadi terapis dengan layanan plus-plus di sebuah panti pijat.

Pemilik panti pijat LP, warga Perum Wilis Indah Kota Kediri berhasil ditangkap setelah petugas mengamankan empat terapis yakni SB (17) RF (16), ME (18) dan RA (19).
 
Dihadapan petugas LP, pria berusia 32 tahun ini mengaku telah menjalani bisnis haram tersebut selama satu bulan terakhir. Dalam pemeriksaan, LP mengaku modusnya dengan cara menyediakan panti pijat, dengan layanan berbagai terapi plus-plus, gadis terapisnya didapat melalui media sosial. "Tarif layanan plus-plus tersebut beragam, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu," kata LP.
 
AKBP Rony Faisal, Kapolres Kediri, mengatakan, kasus prostitusi ini terungkap dari laporan masyarakat tentang adanya praktek prostitusi berkedok panti pijat yang mempekerjakan gadis dibawah umur, dengan layanan plus-plus.

"Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan ternyata benar adanya prostitusi, sehingga petugas langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 4 terapis serta pemilik panti pijat," kata AKBP Rony Faisal.
 
Bersama pelaku, polisi mengamankan uang tunai Rp 1, 7 juta, alat kontrasepsi, sabun cair, tisu basah serta seprei.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatnnya, kini LP terancam pasal 88 junto pasal 761 undang undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (yos)

Berita Terkait

Prostitusi Model Cantik Dibongkar, Polisi Amankan Tiga Mucikari

Satreskrim Polres Kediri Ungkap Prostitusi Online

Sepasang Suami Istri Ditangkap Gara-Gara Bisnis Prostitusi

Baru Lulus SMA, Gadis Penyedia Prostitusi Diringkus Polisi
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  14 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  9 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  12 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber