Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

Mengenal Kreasi Cantik Batik Ecoprint
Jum'at, 02-08-2019 | 12:36 wib
Oleh : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Batik terus menjadi tren busana yang cantik dan menarik, termasuk batik tulis dan batik cap. Begitupun dengan teknik yang digunakan warga Pamekasan ini, membuat trobosan menciptakan batik unik dan ramah lingkungan.

Habibi, perajin batik memanfaatkan dedaunan dari tanaman pekarangan rumah untuk membuat pola dan pewarna alami kain batik, atau dikenal dengan istilah batik ecoprint.

Habibi perajin batik warga Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan membuat batik bernilai seni dengan teknik ecoprint. Atau menempelkan dedaunan kepada kain untuk menghasilkan motif batik. "Tertarik ecoprint karena bahannya berupa daun sangat mudah ditemukan di pekarangan rumah," kata Habibi.

Dari situ, Habibi mencari tahu di aplikasi youtube cara membuat motif pada kain menggunakan teknik ecoprint. Untuk membuat batik dari teknik ecoprint cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Tahapannya dimulai dengan pengolahan kain atau mordanting. Atau proses pembersihan dari larutan kimia pabrik dengan cara merendam di tawas.

Lalu kemudian daun jati, daun pepaya, serta dedaunan memiliki kandungan linin atau zat warna kuat, direndam selama kurang lebih satu jam agar getah keluar.

Dilanjutkan tahap meletakkan dedaunan sedemikian rupa pada satu sisi kain. Kemudian sisi yang lain dijadikan penutup, lalu dipukul pukul cukup kuat hingga merata menggunakan palu kayu. "Dalam proses pemukulan harus dikontrol agar daun tidak hancur," jelas Habibi.

Setelah selesai proses pemukulan, kain tersebut dilipat lalu diikat yang kencang. Setelah itu, dilakukan pengukusan kurang lebih satu jam untuk menentukan kualitas dari batik ecoprint.

"Untuk harga dari hasil karya ini bervariasi, dari mulai harga Rp.100 ribu sampai Rp. 500 ribu perpotong kain batik ecoprint," tambah Habibi.

Meskipun baru satu bulan mendalami batik ecoprint, karya Habibi sudah mulai diorder dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia.

Dalam proses penjualan, Habibi  mengaku masih menemui  kendala karena masih mengandalkankan jejaring sosial. (pul)

Berita Terkait


Serunya Para Wanita Ikuti Tutorial Berkain Batik

Hari Batik Nasional, Hotel Gelar Workshop Melukis di Atas Kain

Batik Khas Kota Pasuruan Tembus Pasar Luar Negri

Batik Semakin Dikenal Luas, Perajin Kian Terhempas


Djoko Slameto, Satu Satunya Pembatik Pria di Kota Madiun

Petugas Samsat Kota Blitar Wajib Berbatik Saat Hari Batik

Seribu Lebih Pelajar SMA Negeri 1 Asembagus Membatik Khas Situbondo

Hari Batik, Pegawai Bandara Juanda Gelar Fashion Show

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber