Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Tembus Internasional, Petani Bunga Keluhkan Rumitnya Urus Dokumen Ekspor
Jum'at, 02-08-2019 | 09:38 wib
Oleh : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Kota Batu merupakan salah satu sentra pasar tanaman hias di Indonesia. Banyak masyarakat Batu menggantungkan mata pencahariannya dari budidaya tanaman hias. Seiring dengan kualitas tanaman hias yang mulai diakui oleh pasar dalam dan luar negeri, petani berharap agar Pemerintah Kota Batu bisa mengedukasi petani bunga terkait ijin dan pengurusan dokumen ekspor.

Beragamnya jenis dan kualitas tanaman hias yang dibudidayakan oleh petani bunga di Kota Batu terus diakui oleh pasar domestik hingga internasional. Berada di lereng gunung di atas 1.200mdpl, membuat hampir seluruh jenis tanaman hias tumbuh subur di kota ini. Kota Batu menjadi salah satu sentra pasar tanaman hias di Indonesia.

Tak hanya pasal lokal dan domestik saja, sejumlah petani bunga dan tanaman hias juga mulai menjajaki pasar internasional. Pangsa pasar terbesar berada di Benua Biru, Eropa. Tanaman yang paling banyak diminati yakni Philo Pink Princess, Philo Sudiro, Philo Monstera Florida Beauty Ghost, Anthurium Vetchii, Anthurium Crystallinum dan berbagai tanaman hias lainnya. Per pot untuk tanaman berjumlah 4 hingga 7 helai daun bisa menembus harga Rp 350 ribu di pasar negara Eropa.

Meski peluang pasar terbuka lebar, salah satu petani tanaman hias Kota Batu, Sony Rahmaputra menjelaskan, tak mudah untuk menembus pasar luar negeri. "Selain ada beberapa kriteria tanaman yang harus dipenuhi, kepemilikan dokumen eksport tanaman dari Kementerian Pertanian juga harus dikantongi seperti sertifikat Phytosanitary," terangnya.

Para petani tak bisa melakukan ekspor langsung ke luar negeri karena belum memiliki sejumlah dokumen ekspor tanaman. Untuk menyiasati kendala tersebut, Sony memanfaatkan jaringannya sesama petani bunga di luar Kota Batu yang telah memiliki sertifikat phytosanitary.

Meskipun tanamannya telah diterima pasar luar negeri. Namun potensi berharga yang dimiliki Kota Batu akan sirna begitu saja karena terhalang rumitnya mengurus perizinan ekspor tanaman.

Sony mewakili petani bunga lainnya telah melontarkan keluh kesahnya mengurus perizianan ekspor tanaman kepada Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, saat acara kontes bunga di Balaikota Batu beberapa waktu lalu. Namun keluh kesahnya itu masih belum memberi angin segar bagi para petani bunga hias.

Ke depan, petani bunga dan tanaman hias berharap agar pemerintah bisa menjembatani para petani bunga agar bisa memperoleh dokumen eksport tanaman secara mudah. Sehingga melalui tanaman hias ini nama Kota Batu bisa bergaung di pasar internasional.(end)

Berita Terkait


Puluhan Ribu Ton Sugar Kingtop Milik PG Jatiroto Diekspor ke Jepang

Tidak Terpengaruh Corona, Kran Export Import Untuk Hortikultura ke China Masih Terbuka

Terdampak Virus Corona, Eksport Kripik China Terhenti

Target Kebutuhan Susu, Jatim Perlu Tambahan 30 Ribu Ekor Sapi Perah


Kementerian Pertanian Dorong Ekspor Tanaman Pangan

Menteri Pertanian, Ekspor Pertanian Jatim Senilai Rp 805,79 Milyar

Menteri Edhy Lepas Ekspor Raya Hasil Perikanan Senilai Rp 1,79 Triliun

Jatim Berpeluang Jadi Pengekspor Ikan Patin Terbesar di Arab Saudi
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber