Berita Terbaru :
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
   

Staf ESDM Pemprov Dijebloskan Ke Tahanan
Hukum  Kamis, 01-08-2019 | 19:38 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Kasi Intelijen Kejari Surabaya, Fathur Rohman
Surabaya pojokpitu.com, Jumlah tersangka pungutan liar (pungli) di Dinas ESDM Pemprov Jatim bertambah. Setelah Kasi ESDM, Kholik Wicaksono divonis 1 tahun penjara, hari ini, Kejaksaan Negeri Surabaya menjebloskan Ali Hendro Santoso, yang merupakan staf Kholik Wicaksono. Ali Hendro diduga ikut terlibat pungli ijin pertambangan sebesar Rp 30 juta.

Usai menerima pelimpahan tahap dua dari Polda Jatim, Ali Hendro Santoso, PNS di Dinas ESDM Pemprov Jatim ini langsung dijebloskan ke Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim, oleh Kejaksaan Negeri Surabaya. Ali Hendro yang merupakan staf Kasi ESDM Kholik Wicaksono berperan sebagai makelar. Ali Hendro menerima order ijin pertambangan dari  pengusaha tambang asal Lumajang, Nurul Andini, sebesar Rp 30 juta.

Kasi Intelijen Kejari Surabaya, Fathur Rohman mengatakan penahanan Ali Hendro merupakan satu rangkaian kasus dengan Kasi ESDM Kholik Wicaksono yang telah divonis 1 tahun penjara. Ali Hendro didakwa melanggar pasal 11 dan 12 e undang-undang pemberantasan tindak korupsi dengan ancaman hukuman diatas 4 tahun.

Sebelumnya, kasus pungli ijin usaha pertambangan ini menjerat Kasi ESDM Kholik Wicaksono. Kholik sendiri telah divonis 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, pada 24 Mei lalu. Anehnya, hingga saat ini Polda Jatim belum juga menetapkan Nurul Andini sebagai tersangka pemberi suap. (end)




Berita Terkait

Staf ESDM Pemprov Dijebloskan Ke Tahanan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  16 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  15 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber