Berita Terbaru :
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
Hibur Anak-Anak, Polisi Berikan Edukasi Anak di Tempat Wisata
Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang Kota Malang
Bus dan Kru Harus Lakukan Protokol Kesehatan Ketat
Keramaian dan Kerumunan Massa Tetap Dilarang di Bangkalan
Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
   

Ditemukan Pancuran Patung Batu Kepala Naga
Tempo Doeloe  Kamis, 01-08-2019 | 18:36 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Upaya Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, untuk melakukan survey penyelamatan situs di Jombang, mulai menemukan titik terang. Dalam proses hari kelima ini, petugas menemukan pancuran air berbentuk kepala naga. Temuan ini semakin menguatkan struktur bata situs sumber air bawah adalah bekas petirtaan masa majapahit.

Survey penyelamatan yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur di pemandian dusun Sumberbeji  Desa Kesamben Kecamatan Ngoro Jombang, menemukan batu berbentuk kepala naga. Batu ini ditemukan tertempel di salah satu struktur bata yang menjadi saluran sumber air bawah.

Batu berbentuk kepala naga ini merupakan jaladwara atau pancuran air pemandian zaman majapahit. Diperkirakan batu berbentuk kepala naga ini jumlahnya lebih dari satu.

Selain itu, petugas juga menemukan ukuran panjang struktur bangunan diperkirakan mencapai 24 meter, tinggal panjangnya yang saat ini masih di cari petugas.

Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog BPCB Jatim, mengatakan, temuan ini semakin menguatkan jika petilasan ini adalah bentuk pentirtaan atau kolam pemandian zaman majapahit. "Dari bentuk jaladwara berupa kepala naga ini menyerupai simbol air suci atau lebih tepatnya lokasi ini mirip tempat penyucian diri," ujar Wicaksono Dwi Nugroho.

Survei penyelamatan situs ini diagendakan akan berlangsung selama lima hari, setelah masa itu selesai tim akan membuat laporan untuk rekomendasi penanganan selanjutnya.

Situs sumber air bawah ini ditemukan warga satu bulan lalu, warga menemukan struktur bangunan bata zaman majapahit yang diduga saluran air. Dari saluran ini terus mengalir air jernih yang tidak pernah berhenti. (yos)

Berita Terkait

Batu Purbakala Ditemukan di Lahan Area Usaha Pembuatan Batu Bata Mojokerto

Situs Rumah Bangsawan Ditemukan Warga

Warga Kembali Temukan Batu Berelief Perempuan di Kompleks Percandian Gedog

Batu Mirip Arca Berbentuk Kepala Raksasa Ditemukan Warga Kota Blitar
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  12 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  11 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber