Berita Terbaru :
Petugas Gabungan Semprot Jalan 27 Kecamatan di Lamongan
PSSI Meluncurkan Video Garuda Melawan Corona
Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Ketua Perpani Jatim Deny Trisyanto Semprot Sendiri Lapangan Panahan
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
Pengadilan Negeri Malang Gelar Sidang Melalui Online
Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pemkot Bersama Polri Terus Lakukan Penyemprotan Desinfentan di Jalan Raya
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Tebing Longsor, Pipa PDAM Putus, 1500 Pelanggan Terganggu
   

Ditemukan Pancuran Patung Batu Kepala Naga
Tempo Doeloe  Kamis, 01-08-2019 | 18:36 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Upaya Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, untuk melakukan survey penyelamatan situs di Jombang, mulai menemukan titik terang. Dalam proses hari kelima ini, petugas menemukan pancuran air berbentuk kepala naga. Temuan ini semakin menguatkan struktur bata situs sumber air bawah adalah bekas petirtaan masa majapahit.

Survey penyelamatan yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur di pemandian dusun Sumberbeji  Desa Kesamben Kecamatan Ngoro Jombang, menemukan batu berbentuk kepala naga. Batu ini ditemukan tertempel di salah satu struktur bata yang menjadi saluran sumber air bawah.

Batu berbentuk kepala naga ini merupakan jaladwara atau pancuran air pemandian zaman majapahit. Diperkirakan batu berbentuk kepala naga ini jumlahnya lebih dari satu.

Selain itu, petugas juga menemukan ukuran panjang struktur bangunan diperkirakan mencapai 24 meter, tinggal panjangnya yang saat ini masih di cari petugas.

Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog BPCB Jatim, mengatakan, temuan ini semakin menguatkan jika petilasan ini adalah bentuk pentirtaan atau kolam pemandian zaman majapahit. "Dari bentuk jaladwara berupa kepala naga ini menyerupai simbol air suci atau lebih tepatnya lokasi ini mirip tempat penyucian diri," ujar Wicaksono Dwi Nugroho.

Survei penyelamatan situs ini diagendakan akan berlangsung selama lima hari, setelah masa itu selesai tim akan membuat laporan untuk rekomendasi penanganan selanjutnya.

Situs sumber air bawah ini ditemukan warga satu bulan lalu, warga menemukan struktur bangunan bata zaman majapahit yang diduga saluran air. Dari saluran ini terus mengalir air jernih yang tidak pernah berhenti. (yos)

Berita Terkait

Situs Rumah Bangsawan Ditemukan Warga

Warga Kembali Temukan Batu Berelief Perempuan di Kompleks Percandian Gedog

Batu Mirip Arca Berbentuk Kepala Raksasa Ditemukan Warga Kota Blitar

Situs Kuno Peninggalan Mojopahit Ditemukan di Samping Rumah Warga
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  5 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  4 jam

Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Peristiwa  3 jam

Pengadilan Negeri Malang Gelar Sidang Melalui Online
Hukum  3 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber