Berita Terbaru :
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Aktivis Lingkungan Walhi Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu
Peristiwa  Kamis, 01-08-2019 | 18:34 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Dengan membawa batu nisan, puluhan aktivis yang tergabung dalam Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis siang. Mereka memprotes terkait pemberian penghargaan Pelaksana Pengelolaan Lingkungan Hidup Kepala PT BSI, selaku operator pertambangan emas di Tumpang Pitu Banyuwangi, yang ditolak oleh warga setempat, karena dinilai merusak ekologi.

Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Walhi Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya dengan membawa batu nisan yang menandakan kematian atas ketidakseriusan pemerintah dalam upaya menyelamatkan ruang hidup rakyat. Mereka menolak tambang emas yang ada di Tumpang Pitu Banyuwangi, karena dinilai tambang tersebut dekat dengan pemukiman warga. Selain itu, juga sudah merusak ekologis.

Para aktivis lingkungan juga memprotes atas pemberian penghargaan Pelaksana Pengelolaan Lingkungan Hidup, oleh Gubernur Jawa Timur, kepada PT BSI selaku operator pertambangan emas Tumpang Pitu . Direktur Walhi Jatim, Rere Christianto, meminta perijinan tambang PT BSI dikaji ulang.

"Semua persyaratan dan pengkajian dalam pemberian penghargaan tersebut sudah sesuai dan memenuhi syarat, namun apapun yang diprotes oleh aktivis lingkungan Walhi akan disampaikan ke Gubernur," kata Diah Susilowati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Para aktivis berharap kawasan selatan Jawa bisa ditetapkan menjadi kawasan lindung dan konservasi demi mengatasi terjadinya bencana.(end)

Berita Terkait

Wartawan Surabaya Tuntut Polisi Bebaskan Dhandy

Aktivis Lingkungan Walhi Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu

Ratusan Warga Desa Klitik Unjuk Rasa ke Pemkab Ngawi

Pabrik Sepatu Ditutup, Ratusan Buruh Unjuk Rasa ke Kantor Bupati
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  8 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  7 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber