Berita Terbaru :
Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang Sejumlah Daerah Aliran Sungai
Remaja Tewas Setelah Seruduk Bokong Truk
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
   

BPCP Lakukan Survey Penyelamatan Situs Sumber Air Bawah
Tempo Doeloe  Rabu, 31-07-2019 | 15:15 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Balai Pelestarian Cagar Budaya, BPCB Jatim selama 5 hari ke depan akan mulai melakukan survey penyelamatan atau proses penjajakan ekskavasi situs sumber air bawah peninggalan Majapahit di Jombang. Proses ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi situs yang ditemukan.

Sejumlah petugas mulai melakukan survey penyelamatan penemuan struktur bata situs di Sendang Dusun Sumberbeji Desa Kesamben Kecamatan Ngoro Jombang.  Sebanyak 7 petugas terus melakukan proses penggalian dibantu warga.

Struktur batu bata yang ditemukan ini sejak awal di identifikasi sebagai saluran air bawah tanah. Saluran air ini diduga peninggalan Majapahit berdasarkan ukuran batu bata yang ditemukan.

Wicaksosno Dwi Nugroho Arkeolog BPCB Jatim mengatakan kegiatan  ini difokuskan untuk survey  penyelamatan situs peninggalan sejarah. Metode yang digunakan tetap ekskavasi, hanya saja waktunya dibatasi selama 5 hari. "Selama 5 hari ini diharapkan bisa diketahui seberapa besar potensi bangunan untuk dilakukan rekomendasi kepada pemerintah dan dinas terkait," kata Wicaksono Dwi Nugroho.

Lokasi situs saluran air era majapahit mencakup wilayah seluas 20 x 28 meter persegi.   Struktur bata merah kuno yang sudah nampak  membentang dari barat ke timur. Sebelumnya struktur saluran air berupa bangunan bata ini tertutup air sendang. Sebelum dilakukan survey penyelamatan petugas sudah memasang garis agar masyarakat tidak masuk sampai proses survey  selesai. (pul)

Berita Terkait

Cari Pemandian Petinggi Kerajaan, BPCB Bakal Gali Situs Sumberbeji Hingga ke Dasar

Warga Temukan Situs Sejarah Saat Hendak Tanam Pisang

BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo

Batu Purbakala Ditemukan di Lahan Area Usaha Pembuatan Batu Bata Mojokerto
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  7 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  5 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber