Berita Terbaru :
Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Merusak Warung Kopi dan Aniaya Orang
Tiga Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Polisi
Menteri Kelautan Dan Perikanan Cabut Permen Nomer 56 Tentang Ekspor Benih Lobster
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
   

Raker Bahas Kebakaran Hutan dan Kekeringan
Peristiwa  Selasa, 30-07-2019 | 18:00 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Kementrian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan, Selasa (30/7) mengelar rapat kordinasi terkait kekeringan akibat kemaru dan kebakaran hutan. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah kebakaran yang menimpa hutan Gunung Arjono di Malang, Jawa Timur.

Poin yang dibahas dalam rapat kordinasi tersebut adalah kekeringan dan kebakaran hutan yang dihadiri oleh BNPB, BMKG dan BPPT. Dalam keterangan persenya, pemeriantah  pusat terus melakukan pemantau terhadap bencana bencana kekeringan dan kebakaran hutan.
 
Dody Usodo Hargo Suseno, Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian PMK, mengatakan, sejauh ini pemerintah pusat belum diminta dari BPBD setempat untuk diminta melakukan pemadaman kawasan hutan Gunung Arjuno di kawasan Malang Jawa Timur.

"Meski penanganan dilakukan secara manual oleh BPBD dan angota Tni setempat.  Jika BPBD setempat tidak mampu, pemerintah pusat dalam hal ini BNPB akan mengabil alih untuk melkukan penanganan," kata Dody Usodo.
 
Pemerintah memprediksi musim kemarau tahun ini bakal mengakibatkan 48.491.666 jiwa terancam kekeringan di 28 provinsi. kemarau tahun ini lebih kering dari 2018 lalu.

Ir. Dodo Gunawan, Dea, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, menuturkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),  musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia terjadi mulai Juli sampai Oktober 2019. "Hal itu terjadinya dampak elnino yang lemah yang mengakibatkan hujan ringan," ujar Ir. Dodo Gunawan.
 
Wilayah yang sudah mengalami kekeringan di antaranya pesisir selatan Pulau Jawa. Ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini, akan melanda sedikitnya 28 provinsi dengan luas wilayah 11.774.437 ha dan ini masyarakat yang akan terpapar dari luasan itu adalah 48.491.666 jiwa. (yos)

Berita Terkait

Hutan Gunung Argo Tengah Juga Terbakar

Sebagian Api di Hutan Gunung Lawu Berhasil Dipadamkan

BNPB Turunkan 1 Helikopter Untuk Padamkan Karhutla Ijen

Hutan Jati Terbakar , Nyaris Sambar Bengkel dan Minimarket
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  8 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  8 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  9 jam

Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Ekonomi Dan Bisnis  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber