Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Keuntungan tidak bisa dinikmati semua petani cabai, karena banyak tanaman cabai mati akibat terserang hama dan kekeringan. Foto Saiful Mualimin
Stok Petani Terbatas Harga Cabai Terus Melambung
Jum'at, 26-07-2019 | 21:03 wib
Oleh : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Kenaikan harga cabai rawit di pasaran menjadi berkah bagi sebagian petani di Jombang. Mereka mengaku mendapatkan untung besar dari kenaikan harga tersebut.

Sejumlah pekerja terus memetik cabai yang memerah dan meninggalkan yang masih hijau. Mereka yakin harga cabai ini masih akan terus naik, karena banyak tanaman cabe yang mati sejak sebulan terakhir.

Salah satu petani yang menikmati keuntungan berada di Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro Jombang. Sejak satu bulan terakhir, harga cabai terus mengalami kenaikan dari Rp 8 ribu perkilogram hingga mencapai Rp 67 ribu perkilogramnya. 

Muhamad Heri Zakaria salah satu petani mengakui, dalam sebulan ini suplay cabai banyak berkurang. Penyebabnya karena  tanaman cabai mati terserang hama, dan kesulitan air di musim kemarau. "Kami bersyukur tanaman cabai bisa tumbuh subur karena perawatan dan lahanya yang dekat dengan sumber air," kata Heri.

Kenaikan paling tinggi terjadi seminggu terakhir, dimana harga cabai di tingkat petani menyentuh Rp 60 ribu.  Harga ini sampai konsumen sudah menyentuh Rp 80 ribu hingga Rp 100 perkilogramnya. (pul)

Berita Terkait


Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram

Pedagang Pasar Wonokromo Keluhkan Naiknya Harga Cabe

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kg

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kilogramnya


Pasokan Terbatas, Harga Cabai Melonjak

Dampak Cuaca Harga Cabai Makin Mahal

Harga Cabai di Kota Batu Naik 100 Persen

Cuaca Bruk, Harga Cabai Meroket Hingga Tembus Rp. 60.000 Perkilogram
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber