Berita Terbaru :
Kebakaran Rumah Nyaris Membakar SPBU
Diduga Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Tahan Dua Perangkat Desa Sumberejo
Gadis Bawah Umur Dicabuli Disawah
Sidoarjo Kembali Zona Merah,Kapolresta Sidoarjo Pertayakan Perubahan Tersebut
BKKBN Meminta Pasutri Menunda Kehamilan di Tengah Pandemi Covid 19
Berpura-Pura Beli Es Campur, Janda Anak Satu Nekat Embat Hanphone Penjual
Setiajit Sudah Mengirim Surat Pengunduran Diri ke Gubernur
Penularan Masih Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Tidak Seharusnya Dilakukan
Ritual Sembahyang Penghormatan Dewa Diwarnai Kericuhan
Joko Widodo Beri Penghargana 22 Tenaga Medis Meninggal Dan Beberapa Tokoh Nasional
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
Siswa SD Positif Covid-19, Pembelajaran Luring Harus Perhatikan Protokol Kesehatan
Lima Pejabat Mendapatkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Dari Gubernur Jatim
Kepala SD Meninggal Akibat Covid 19, 3 Anggota Keluarga Positif
   

Karena Niat Nikah Lagi, Kades Supadi Dituntut 3 Bulan Penjara
Hukum  Jum'at, 26-07-2019 | 12:01 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Dalam sidang ini jaksa menuntut terdakwa Supadi 3 bulan penjara dan 6 bulan masa percobaan. Foto Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Kasus pemalsuan data otentik negara berupa KK dan KTP yang dengan terdakwa Supadi, oknum Kades Tarokan Kediri kembali digelar di Pengadilan Negeri Nganjuk dengan agenda tuntutan.

Dalam tuntutannya Kristina, Jaksa Penuntut Umum, menuntut terdakwa 3 bulan penjara dan percobaan 6 bulan. Hal yang menjadi pertimbangan jaksa, diantaranya terdakwa menyesali perbuatannya, dan tidak akan mengulangi lagi.

Sementara yang memberatkan, terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana pemalsuan data otentik kependudukan. Mendengar tuntutan jaksa, Supadi langsung melakukan koordinasi dengan pengacaranya. Supadi berharap dibebaskan dari jeratan hukum, karena ia telah berupaya melakukan pembatalan nikah. Serta istri sebagai korban telah mencabut laporannya.

Sementara itu Prayogo Laksono, pengacara terdakwa mengaku kecewa dengan tuntutan jaksa. Seharusnya kliennya dituntut bebas, karena yang menjadi permasalahan telah dicabut, dan pernikahannya telah dibatalkan di Pengadilan Agama Kediri. "Sehingga dalam fakta persidangan tidak ada korban yang dirugikan," kata Prayogo Laksono.

Sidang ditunda pada 5 Agustus 2019, dengan agenda pembacaan putusan dari majelis hakim. (pul)

Berita Terkait

Karena Niat Nikah Lagi, Kades Supadi Dituntut 3 Bulan Penjara
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  8 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  19 jam

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  16 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber