Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Puluhan Buruh Distributor Keramik Tuntut Adanya Pemotongan Gaji
Kamis, 25-07-2019 | 17:00 wib
Oleh : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Sekitar 30 buruh dari salah satu perusahaan distributor keramik di Surabaya, ramai-ramai menggeruduk rumah pemilik perusahaan yang terletak di Perumahan Sutorejo Prima, Mulyorejo, Surabaya.

Namun keberadaan massa pendemo tersebut, dihadang oleh petugas keamanan komplek perumahan dan tidak diperbolehkan untuk menggelar aksi di dalam perumahan. Beruntung tak ada perlawanan dari para buruh, namun massa tetap nekat menggelar aksi dihalaman perumahan.

Puluhan buruh tersebut dilengkapi spanduk yang menuntut agar pemilik perusahaan bisa duduk bersama, untuk membicarakan terkait persoalan, besaran gaji, serta status karyawan yang dinilai tidak jelas.

Alfred, salah satu buruh yang ikut turun dalam aksi tersebut menyatakan, meski puluhan buruh tersebut sudah bekerja belasan hingga puluhan tahun, status mereka tidak kunjung dijadikan sebagai karyawan. "Gaji mingguan yang diterima seringkali dipotong tanpa ada kejelasan," kata Alfred.

Lantaran berjam-jam tidak ditemui pemilik perusahaan, puluhan massa aksi ini akhirnya memilih untuk membubarkan diri. Meski begitu, mereka mengaku tetap akan memperjuangkan hak mereka dari perusahaan tersebut.(yos)

Berita Terkait


SPBI Gelar Demo Menolak Revisi UU 13 Tahun 2003

Upah Tak Dibayar, Puluhan Buruh Pabrik Asbes Demo

Tuntut Selesaikan Persoalan dengan Perusahaan, Ratusan Buruh Demo Pemkab

Buruh PDP Khayangan Berharap Penyertaan Modal Masuk Dalam P-APBD 2019


Demo Buruh di Kantor Gubernur Ricuh

Antisipasi Demo Buruh dan Sopir Lyn, 1300 Personil Polisi Siaga

Demo Buruh Tuntut Gubernur Tolak PP Pengupahan

Warga Kecewa Penutupan Jalan Demi Demo Buruh

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber