Berita Terbaru :
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
Kabar Sedih dari Nissan untuk Eropa dan Negara Berkembang
PSBB Tahap Tiga, Koramil Berikan Bantuan Sembako
Pedagang Dari Luar Daerah Wajib Memiliki Surat Keterangan Bebas Rapid Test
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
Kapan Pertandingan Olahraga Bisa Jalan lagi? Menpora Beri Penjelasan Begini
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
   

Polemik Tambang Belum Temukan Titik Terang
Mataraman  Kamis, 25-07-2019 | 15:00 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Benny Kurniawan
Kediri pojokpitu.com, Perseteruan tambang pasir antara investor dengan pihak perusahaan terus berlanjut, dalam pengembangan bisnis legal penambangan galian pasir diwilayah Pare Lor Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri ini, semakin tidak menemukan kesepakatan damai di kedua belah pihak.

Pihak investor dengan terbuka menunjukkan beberapa bukti pendukung seperti akta notaris perjanjian kerjasama, beberapa bendel kwitansi penyerahan uang kepada direktur CV.Adhi Djojo, selaku perusahaan tambang pasir di kawasan Pare Lor Kecamatan Kunjang Kediri.

Tidak tanggung-tanggung, inverstor yang selama ini membiayai dalam mengurus perijinan penambangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan seluruh kebutuhan pendukung kinerja serta royalti yang diberikan kepada perusahaan ditafsir lebih dari Rp 6 milyar.

Dengan kejadian ini, pihak investor merasa dibohongi oleh perusahaan karena telah membayar uang senilai milyaran rupiah, namun justru di gugat oleh perusahaan. 

Bagus, investor, menjelaskan, pihak investor justru di tuduh tidak membayar pajak sejak 2013 hingga 2018, pasca berdirinya perusahaan. "Padahal, sesuai Kerjasama Operasional (KSO) perusahaan baru memulai bekerja menambang pasir pada tahun 2017," kata Bagus.

Pihkanya menilai kejadian ini merupakan bentuk penipuan invesatasi dan secara tegas, ia meminta apa yang menjadi hak kami dan akan terus melakukan upaya hukum yang berlaku. (yos)

Berita Terkait

1,5 Jam Tertimbun Batu Tambang, 1 Pekerja Meninggal Dunia, 1 Lagi Patah Kaki

Tolak Penambangan, Puluhan Warga Keluarkan Paksa Alat Berat

Dua Tambang Sirtu Illegal Ditutup Paksa Polda Jatim

Tolak Tambang Pasir Ilegal, 12 Warga Desa Barurejo Dapat Intimidasi Pembunuhan Hingga Pengeroyokan
Berita Terpopuler
Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  7 jam

Sensasi Fluffy Pancake ala Jepang Bertabur Boba
Icip - Icip  7 jam

Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Wajib Balik Kanan
Peristiwa  6 jam

Kapan Pertandingan Olahraga Bisa Jalan lagi? Menpora Beri Penjelasan Begini
Olah Raga  6 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Gelombang Tinggi Terjang Perairan Pacitan
Pojok Pitu

Banjir Bandang Terjang Pantura
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber