Berita Terbaru :
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Keturunan Gipo Kecewa Pemkot Abaikan Langgar Bersejarah
Komisi D Minta Dispendik Kota Surabaya Mengkaji Ulang Sekolah Tatap Muka
Razia Masker, Puluhan Remaja di Blitar Dihukum Hafalkan Pancasila
PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Dampak Banyak yang Menjual Daripada Membeli Perhiasan, Toko Perhiasan Pasar Kepanjen Tutup
Tahun 2020, Pemkab Bojonegoro Bangung 20 Embung Baru
Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
   

Muafaq Curhat Suap 51 Juta ke Romy Usai Dilantik Jadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik
Hukum  Rabu, 24-07-2019 | 19:16 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Terdakwa mantan kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi mencurahkan isi hatinya pada pembacaan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu sore.

Muafak blak- blakan, mengenai suap yang diberikan kepada perantara, termasuk Romahurmuzi usai dilantik menjadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu sore, kembali menggelar sidang perkara suap jual beli jabatan yang menjerat dua pejabat Kepala Kantor Kemenag RI, Jawa Timur.

Sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi, dibacakan langsung oleh terdakwa dan kuasa hukumnya.

Seperti halnya pada pledoi Muafaq, ia mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang mencoreng program pemerintah, dan keluarganya.  Perbuatan memberikan uang terima kasih kepada pihak yang berjasa setelah ia dilantik menjadi Kepala Kemanag Kabupaten Gresik, berujung pada kursi pesakitan tindak pidana korupsi.

Muafaq mengaku, ada beberapa orang yang diberikan hadiah berupa uang, termasuk untuk Romahurmuziy, Ketua Umum PPP saat itu.

Dengan menahan tangis, Muafaq memohon dihukum ringan dari tuntutan jaksa KPK yang menuntut 2 tahun penjara, karena masih banyak tanggungan keluarga dan anak - anaknya.

Selain itu, justice colaborator yang sudah disetujui oleh jaksa KPK, agar dipertimbangkan dalam putusan majelis hakim.

Selain terdakwa Muafaq, Pengadilan Tipikor juga menjadwalkan agenda yang sama kepada terdakwa mantan kepala kantor Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanudin. 

Dalam tuntutan jaksa KPK sebelumnya, Muafaq terbukti menyuap Romahurmuziy sebesar Rp 91 juta secara bertahap, dan dituntut pidana penjara 2 tahun denda   Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa juga menuntut kepada Haris Hasanudin dengan pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Haris terbukti menyuap Romy sebesar Rp 255 juta dan Menteri Agama Rp 71 juta.(end)

Berita Terkait

Gubernur Jatim Akan Menjadi Saksi Dalam Sidang Kasus Jual Beli Jabatan

Sidang Romy, Jaksa Hadirkan 4 Saksi Dari Pensel

KPK Tambah 30 Hari Lagi Masa Tahanan Romy

Muafaq Curhat Suap 51 Juta ke Romy Usai Dilantik Jadi Kepala Kemenag Kabupaten Gresik
Berita Terpopuler
Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  11 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  8 jam

Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narko...selanjutnya
Hukum  3 jam

Dampak Banyak yang Menjual Daripada Membeli Perhiasan, Toko Perhiasan Pasar Kepa...selanjutnya
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber