Berita Terbaru :
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
   

Seorang Pemuda di Tuban Dipasung Selama 17 Tahun
Pantura  Selasa, 23-07-2019 | 23:10 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Kabupaten Tuban yang dicanangkan sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur yang bebas pasung, dinilai masih belum berjalan secara maksimal. Pasalnya, hingga kini masih ada warga yang mengalami gangguan kejiwaan maupun cacat mental yang dipasung.

Salah satunya terjadi di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban. Santam (32) anak dari terakhir Wajinah (73) tahun warga setempat ini mengalami gangguan mental sejak ia lahir. Setelah beranjak dewasa sekitar usia 15 tahun, pria dari tujuh bersaudara ini akhirnya dipasung.

Parni, adik kandung Santam, mengatakan, saat masih usia anak-anak, Santam sempat diperiksakan ke puskesmas setempat, untuk mengetahui penyakitnya. Namun, disuruh pulang untuk menjalani pengobatan di rumah.

Sejak 17 tahun silam, santam menjalani kehidupan sehari-harinya di bekas kandang milik keluarga. Makan dan minum pun juga dilakukannya di tempat tersebut.

Alasan keluarga melakukan pemasungan, karena santam memiliki kebiasaan yang agak membahayakan, ketika mengetahui ada barang di dekatnya, tak berselang lama barang itu pasti dilemparkan.

Selain itu, pihak keluarga juga takut jika tali yang digunakan untuk memasung Santam dilepaskan, pemuda 32 tahun ini keluar rumah dan menghilang.

Meski pihak keluarga mengaku belum mendapatkan bantuan. Namun, Pemerintah Kabupaten Tuban pada tahun 2018 lalu pernah mengusulkan kepada pihak keluarga, agar Santam di Rujuk Ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dan biaya ditanggung oleh pemerintah daerah, namun pihak keluarga masih belum mengizinkan. (yos)

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Saksikan Pelepasan Pasungan di Dampit Malang

Seorang Pemuda di Tuban Dipasung Selama 17 Tahun

Gangguan Jiwa, Remaja Dipasung Keluarga

Dipasung Dua Tahun Kakak Beradik Pasien Gangguan Jiwa Dibebaskan
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  15 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  13 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  14 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber