Berita Terbaru :
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
Hibur Anak-Anak, Polisi Berikan Edukasi Anak di Tempat Wisata
Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang Kota Malang
Bus dan Kru Harus Lakukan Protokol Kesehatan Ketat
Keramaian dan Kerumunan Massa Tetap Dilarang di Bangkalan
Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
   

Sakit Hati Tidak Digaji, Dua Pekerja Kantor Partai Berkarya Ikut Lancarkan Aksi Pembobolan
Metropolis  Sabtu, 20-07-2019 | 17:13 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Mengaku sakit hati lantaran tidak digaji selama satu tahun, 2 pekerja kantor DPD Partai Berkarya, nekat turut melancarkan aksi pembobolan di kantornya sendiri. Pelaku pembobolan ini diduga dilakukan oleh 5 orang, 3 orang pelaku utama yang disebut-sebut sebagai pengurus partai hingga kini masih buron.

Aksi pembobolan yang menimpa kantor DPD Partai Berkarya beberapa waktu yang lalu di duga dilakukan oleh 5 orang pelaku, kelima pelaku tersebut,diketahui merupakan orang dalam.

Dua pelaku diantaranya berhasil diringkus petugas Polsek Tenggilis pada Jumat dini hari kemarin. Kedua pelaku, Ridwan dan Supriyadi, yang merupakan penjaga kantor DPD Partai Berkarya, mengaku tidak ikut-ikutan dalam menggondol sejumlah barang-barang di kantor tersebut.

Pihaknya hanya bertindak sebagai pengawas, yang di bayar masing-masing Rp 1 juta oleh 3 pelaku utama. Ketiga pelaku utama yang hingga kini masih buron, di sebut-sebut sebagai bagian dari pengurus dpw partai berkarya.

Menurut Supriyadi, aksi tersebut dilancarkannya sejak tanggal 2 Mei silam sebelum hari raya idul fitri, namun baru diketahui oleh ketua DPD partai berkarya pada kamis lalu.

Pihaknya terpaksa turut melancarkan aksi pembobolan tersebut lantaran sakit hati tidak digaji selama 1 tahun, ia juga mengaku sempat dijanjikan laptop hingga sepeda motor oleh pengurus partai dpd partai berkarya, sehingga pihaknya memilih untuk tetap bertahan. Uang 1 juta yang diterima Supriyadi, kemudian ia gunakan untuk pulang kampung.

Akibat perbuatannya tersebut, Ridwan dan Supriyadi, kini terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolsek Tenggilis, keduanya dikenakan pasal 55 dan 56 KUHP lantaran turut serta membantu dan melancarkan aksi pembobolan tersebut, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (yos)




Berita Terkait

Sakit Hati Tidak Digaji, Dua Pekerja Kantor Partai Berkarya Ikut Lancarkan Aksi Pembobolan

Partai Berkarya Berpeluang Memulihkan Dapil Hangus

Partai Berkarya, Terakhir Serahkan Berkas Perbaikan Bacaleg di KPU Bangkalan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  11 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  8 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  10 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber