Berita Terbaru :
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

Gus Salah : Kiai dan Santri Berkumpul Dukung Harga Rokok Mahal
Mataraman  Sabtu, 20-07-2019 | 16:02 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, KH. Salahudin Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, bersama kiai dan santri se Jawa Timur mendeklarasikan pengendalian harga rokok. Gerakan mendorong menaikan harga rokok ini untuk mengurangi dampak rokok bagi anak dan perempuan.

Berada di Aula Tebuireng Jombang, kiai, santri serta pengurus fatayat NU se jawa timur mengikuti  gerakan  mendukung perlindungan anak dan perempuan dari bahaya rokok. Kegiatan  yang diprakarsai oleh komnas pengendalian tembakau ini, dilakukan untuk menekan dampak negatif rokok semakin meluas.

Hadir dalam deklarasi ini, KH Salahudin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, sebagai tuan rumah, termasuk sejumlah pengasuh pondok pesantren lain di undang. Usai mendengarkan paparan dan testimoni korban dampak rokok, dilakukan penandatangan naskah deklarasi yang  di tujukan kepada pemerintah.

KH. Salahudin Wahid, mengatakan, gerakan ini sebenarnya sudah lama dilakukan pesantren bersama komnas pengendalian tembakau hanya saja respon pemerintah masih minim.

"Melalui gerakan dan deklrasi ini diharapkan pemerintah lebih peduli pada masalah dampak rokok terutama bagi anak dan perempuan," kata Gus Sholah.

Naskah deklarasi ini ditandatangani Gus Salah dan ketua fatayat NU Jatim, dalam catatan komnas pengendalian tembakau yang dirilis riset kesehatan dasar jumlah perokok remaja terus mengalami kenaikan dari 7,2 persen tahun 2013 menjadi 9,1 pada 2018.

Dengan harga rokok mahal, diharapkan tidak bisa dijangkau anak anak dan remaja serta keluarga pra sejahtera. Sehingga dampaknya bagi anak dan perempuan sebagai perokok pasif bisa ditekan. (yos)

Berita Terkait

Pemuda Arus Bawah Deklarasi Dukung Eko Wahyudi Maju Bupati Tuban

40 Cakades Ikut Deklarasi Damai Siap Kalah Siap Menang

Ratusan Sopir Truk Nusantara Deklarasi Agar Pemalak Jalanan Diusut Polisi

Gus Salah : Kiai dan Santri Berkumpul Dukung Harga Rokok Mahal
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  8 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  5 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  2 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  5 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber