Berita Terbaru :
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
   

Sempat Sakit, Pemilik Media Surabaya Pagi Resmi Ditahan
Hukum  Sabtu, 20-07-2019 | 10:35 wib
Reporter : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Tersangka hanya diam ketika ditanya wartawan yang telah menunggu kedatangannya di depan pintu masuk Rutan Trenggalek. Foto Simon
Trenggalek pojokpitu.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek resmi melakukan penahanan tersangka korupsi penyelewengan penyertaan modal percetakan PT Bangkit Grafika Sejahtera.

Tersangka Tatang Istiawan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Trenggalek. Tatang sebelumnya sempat dirawat di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Dengan pengawalan ketat petugas Kejari Trenggalek, pemilik media koran Surabaya Pagi tersebut digiring ke dalam Rutan.

Dijelaskan Kajari Trenggalek Lulus Mustofa, bahwa tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan. Penahanan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan kepastian tentang kondisi kesehatan tersangka. Dari observasi dan pemeriksaan kesehatan, tersangka dinyatakan dalam kondisi stabil dan tidak memerlukan rawat inap lagi.

Sebelumnya tersangka dugaan korupsi ini sempat menjalani pemeriksaan selama 8 jam pada Kamis (18/7) kemarin. Saat itu kejaksaan sebenarnya akan langsung melakukan penahanan. Namun tersangka meminta dilakukan cek kesehatan terlebih dahulu.

"Sesuai dengan prosedur memang harus dilakukan tes kesehatan, karena berdasar keterangan dokter, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan gula darah tinggi," kata Lulus.

Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup, dengan denda paling sedikit Rp 200. (pul)

Berita Terkait

Soeharto, Mantan Bupati Trenggalek Dituntut 8,5 Tahun Penjara

Diduga Korupsi Percetakan, Bos Media Diadili

Bos Surabaya Pagi Sempat Depresi Setelah Ditahan

Sempat Sakit, Pemilik Media Surabaya Pagi Resmi Ditahan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  17 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  16 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber