Berita Terbaru :
Panglima TNI dan Kapolri Minta Santri Ponpes Patuhi Protokol
Resahkan Warga, Seekor Ular Phyton Besar Berhasil Ditangkap
Puluhan Anggota DPRD Ponorogo Dirapid Tes
Penjahit Rumahan Bikin APD Fashionable Untuk Tenaga Medis
Sempat Tutup, Puskesmas Plaosan Akhirnya Kembali Dibuka
Jumlah Kasus Positif Corona di Tuban Menjadi 131 Orang
Botoh Judi Balar Liar Diringkus Polisi Pasca Melakukan Penusukan
BPSDM Kemenperin Fasilitasi Sertifikasi Uji Kompetensi
Rawan Sebaran Covid 19, Bupati Ipong Panggil 3 Kades
Warga Disini Masih Acuh Corona Saat Hadiri Pasar Malam Bersih Desa
Perahu Terbalik, Satu Nelayan Lumajang Masih Dicari
Costum Helm Karya Pemuda Desa Yang Mendunia
Pasca Ada Karyawannya Positif Covid 19, Petrokimia Bikin Ruang Isolasi Khusus
Tak Pakai Masker, Kemudian Warga Ini Dihukum Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
   

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Mataraman  Sabtu, 20-07-2019 | 03:15 wib
Reporter : M.Ramzi
Butuh solusi dari pemerintah agar peternak bisa mempertahankan produksi susu saat kemaru. Mengingat centra ternak sapi perah di Singolangu, menjadi salah satu icon Kabupaten Magetan yang dibanggakan. Foto M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Selain menyebabkan gagal panen, musim kemarau juga dirasakan peternak sapi perah di Magetan. Sebab produksi susu menurun, dampak rumput yang mengering atau berkurang kandungan air.

Saat ini sejumlah peternak sapi perah di Lingkungan Singolangu Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan kesulitan mencari rumput hijau. Jika biasanya di lingkungan sekitar sangat cukup, saat ini harus mencari lebih jauh memasuki hutan di Lereng Gunung Lawu.

Itupun kandungan air dalam rumput tidak seperti saat musim hujan. Kondisi ini mempengaruhi produksi susu sapi juga menurun.

Salah satu peternak sapi perah Sukarni mengaku, penurunan produksi susu berkisar antara 2 hingga 3 liter perhari untuk satu ekor sapi. "Biasanya satu ekor sapi bisa menghasilkan 20 liter lebih, saat ini hanya 17 hingga 18 liter perhari," kata Sukarni.

Peternak menyiasatinya dengan memberi pakan tambahan, agar produksi susu tidak turun drastis, meskipun mereka harus mengeluarkan biaya tambahan. (pul)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
Olah Raga  5 jam

Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam

Tahapan Pilkada Serentak, KPU Pacitan Gelar Rapid Test Massal
Kesehatan  16 jam

ASN Dispenduk Capil Kembali Dirapid Test
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber