Berita Terbaru :
Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19
HNW: Pemerintah Harus Konsekuen Melaksanakan UU Pesantren
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto
   

Harga Cabai Makin Mahal Membuat Pembeli Sepi
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 19-07-2019 | 20:06 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Harga cabai rawit di sejumlah Pasar Tradisional Kota Mojokerto, terus melejit hingga tembus Rp 70 ribu perkilonya.

Mahalnya cabe sejak seminggu terkahir di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. Harga sebelumnya Rp 25 ribu perkilogram, kini terus mengalami kenaikan menjadi Rp 70 ribu perkilogramnya.

Kenaikan harga cabai membuat pedagang lesu karena sepinya pembeli. Bahkan, pedagang juga terpaksa mengurangi pasokan lombok dari petani. Jika sebelumnya dalam satu hari bisa menghabiskan Rp 20 kilogram, kini hanya 5 hingga 8 kilogram saja.

Menurut Sugiari salah satu pedagang, diperkirakan harga cabe rawit di pasaran akan semakin melejit, seiring dengan berkurangnya pasokan cabe. "Banyak tanaman cabe milik petani yang gagal panen karena telah melampaui musim panen dan kekeringan," kata Sugiari.

Selain harga cabai rawit, kenaikan komoditas sayur mayur juga terjadi pada terong dan mentimun. Jika sebelumnya Rp 2 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp 9 ribu perkilogram. (pul)

Berita Terkait

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram

Pedagang Pasar Wonokromo Keluhkan Naiknya Harga Cabe

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kg
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber