Berita Terbaru :
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
   

Gagal Lelang, Rp 7,7 Miliar DAK Jadi Silpa
Politik  Jum'at, 19-07-2019 | 15:00 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Sebanyak Rp 7,7 miliar dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tak bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Magetan, karena lelang proyek yang menggunakan anggaran tersebut gagal. Sebagian bahkan belum sampai dilelang, akibatnya dana sebesar itu akan jadi silpa.

Pemerintah Kabupaten Magetan, nampaknya masih belum bisa memanfaatkan secara maksimal dana yang diberikan pemerintah pusat. Salah satunya dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus, yang tidak bisa dimanfaatkan untuk pembangunan, di kota kecil di bawah kaki gunung lawu ini.

Rencana penggunaan dana untuk proyek fisik tersebut gagal, karena gagal lelang. Sebagian bahkan tidak sempat dilelang, jumlahnya pun mencapai Rp 7,7 miliar lebih.

Rinciannya, rehab pasar parang senilai 1,548 miliar, pembangunan irigasi Rp 350 juta, gudang kompos Rp 250 juta, puskesmas sumberagung senilai Rp 2,752 miliar dan Puskesmas Panekan Rp 1,394 dan DAK Dinas Pariwisata senilai Rp 1,475 miliar.

Kabag ULP Setdakab Magetan, Elmy Kurniarto, mengatakan, lelang ulang tidak bisa dilakukan.
"Karena sesuai aturan, penggunaan dana DAK sudah harus tanda tangan kontrak pertanggal 21 Juli 2019," kata Elmy Kurniarto.

Sehingga dana tersebut akan menjadi silpa anggaran, selama belum ada kebijakan baru dari pemerintah pusat. Pembangunan yang berasal dari dana DAK juga gagal, kecuali ada kebijakan Pemkab Magetan, untuk membiayai pembangunan dari sumber dana lain. (yos)

Berita Terkait

Gagal Lelang, Rp 7,7 Miliar DAK Jadi Silpa

Silpa Rp 1,2 Triliun, Walikota : Silpa Digunakan Untuk Pembebasan Tanah

Keterlambatan Penetapan P-APBD 2018 Jadi Penyebab Silpa

12 Kegiatan OPD Gagal Terlaksana, Biang Silpa Tinggi
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  4 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  6 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber