Berita Terbaru :
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
   

Bos Media Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Penyertaan Modal PDAU
Hukum  Jum'at, 19-07-2019 | 11:00 wib
Reporter : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Tersangka Tatang Istiawan Witjaksono telah diperiksa selama 8 jam di kantor Kejari Trenggalek. Foto Simon
Trenggalek pojokpitu.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek menetapkan Direktur Utama PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS), Tatang Istiawan Witjaksono, sebagai tersangka dugaan kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU).

Tersangka Tatang Istiawan Witjaksono telah diperiksa selama 8 jam di kantor Kejari Trenggalek. Setelah itu ia dibawa ke klinik untuk menjalani cek kesehatan.

Menurut Kajari Trenggalek Lulus Mustofa, jika cek kesehatan memungkinkan untuk ditahan, maka akan diadakan penahanan. Jika tidak, maka akan dijadikan tahanan kota.

PT BGS dibentuk pada 2008 dengan modal dasar Rp 8,9 miliar. Sebagai pemilik saham 20 persen, perusahaan percetakan milik Tatang Istiawan Witjaksono harusnya menyetor Rp 1,7 miliar. Namun hingga saat ini, uang tersebut tak pernah disetor. Sementara PDAU telah menyetorkan dana Rp 7,1 miliar ke PT BGS.

Lulus menambahkan, Rp 5,9 miliar dari dana itu ditransfer ke Tatang Istiawan Witjaksono untuk membeli mesin cetak. Namun mesin cetak yang dibeli dalam keadaan rusak tidak bisa dipakai.

"Pemkab Trenggalek juga telah menganggarkan Rp 1 miliar untuk biaya operasional PT BGS pada 2009. Sebagian dari uang itu telah menjadi temuan auditor," kata Lulus.

Total kerugian negara dari kasus ini sebesar Rp 7,3 miliar. Sebelumnya, Bupati Trenggalek periode 2005-2010 Soeharto, juga dijadikan tersangka untuk kasus yang sama. Ia diduga menyetujui pembentukan perusahaan percetakan PT BGS atas permintaan Tatang Istiawan Witjaksono. (pul)

Berita Terkait

Soeharto, Mantan Bupati Trenggalek Dituntut 8,5 Tahun Penjara

Diduga Korupsi Percetakan, Bos Media Diadili

Bos Surabaya Pagi Sempat Depresi Setelah Ditahan

Sempat Sakit, Pemilik Media Surabaya Pagi Resmi Ditahan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  16 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  15 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  13 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber