Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Jaksa Hadirkan Tiga Saksi Ahli ITE, Pidana dan Bahasa dalam Sidang Gus Nur
Kamis, 18-07-2019 | 19:18 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Setelah tertunda selama dua minggu, sidang perkara pencemaran nama baik generasi muda Nahdlatul Ulama, dengan terdakwa Sugi Nur Raharja atau Gus Nur, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang kali ini, jaksa menghadirkan tiga saksi ahli, pidana, bahasa dan ITE. Menariknya, jaksa berpendapat keterangan saksi menguatkan dakwaan, sementara penasehat hukum terdakwa merasa keterangan saksi menguntungkan terdakwa.

Tiga saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum, diantaranya ahli pidana dari Unair, Bambang Suheryadi, ahli bahasa dari Unesa, Andik Yulianto dan ahli ITE dari Dinas Kominfo Jatim, Dendy Eka Puspawandi. Ketiga saksi ahli tersebut didengarkan pendapatnya secara bergantian mulai jam 10 pagi hingga jam 3 sore.

Menariknya, jaksa dan penasehat hukum terdakwa saling berbeda pendapat terkait keterangan 3 saksi ahli. Jaksa menilai keterangan tiga saksi ahli menguatkan dakwaan bila terdakwa Gus Nur melanggar Undang-Undang ITE pasal 27 ayat 3.

Sementara, Andry Ermawan selaku penasehat hukum Gus Nur justru menganggap pendapat ketiga ahli sangat menguntungkan posisi hukum Gus Nur.

Seusai sidang, penasehat hukum Gus Nur juga tengah mempertimbangkan, akan melaporkan balik orang yang telah menyebarkan video blog Gus Nur.

Sidang yang dipimpin hakim Slamet Riyadi ini ditunda dua minggu, dengan agenda selanjutnya mendengarkan keterangan ahli yang meringankan terdakwa.

Untuk diketahui, Gus Nur diadili terkait video vlog yang berjudul generasi muda NU pengkhianat yang tersebar di grup whatsapp PWNU Jatim. Dalam video vlog berdurasi 1 menit 26 detik tersebut, Gus Nur dianggap menghina dan mencemarkan nama baik Nahdlatul Ulama.

Gus Nur mengakui , pembuatan video vlog tersebut tidak ditujukan untuk Nahdlatul Ulama melainkan untuk admin akun facebook generasi muda NU, lantaran kekesalannya yang menuding dirinya sebagai ustad radikal dan wahabi.(end)

Berita Terkait


Madura United Haramkan Hasil Imbang Dengan Persebaya

Kabar Buruk Bagi Suporter Madura United Jelang Lawan PSS Sleman

Musyawarah Mahasiswa Hukum Indonesia Membahas UU ITE

Spesialis Bobol Rumah Malam Hari Akhirnya Ditembak


Diduga Tewas Tersambar Kereta Api, Pembantu Warung Ditemukan di Pinggir Rel

Usai Ditelpon Pihak Mengaku BRI, Uang Rp 20 Juta Raib

Dua Pelaku Curanmor Ditangkap, Satu Ditembak Polisi

Situs Kuno Peninggalan Mojopahit Ditemukan di Samping Rumah Warga

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber