Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Pembacaan Putusan Sengketa Makam Para Raja Dijaga Ratusan Polisi
Kamis, 18-07-2019 | 17:46 wib
Oleh : Syaiful Anwar
Berita Video : Pembacaan Putusan Sengketa Makam Para Raja Dijaga Ratusan Polisi
Sumenep pojokpitu.com, Pengadilan Negeri, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelar pembacaan putusan atas sengketa pengelolaan makam raja raja di Asta Tinggi Sumenep, antara Yayasan Panambahana Sumolo yang bertindak sebagai pemohon, dengan Yayasan Penjaga Asta Tinggi sebagai termohon. Pembacaan putusan ini dijaga ketat oleh TNI, Polri dan Satpol PP.

Termohon melalui kuasa hukumnya, Farid Fathoni, menyampaikan eksekusi tersebut tidak bisa dilaksanakan sebab amar keputusan Pengadilan Tinggi Surabaya tidak membatalkan atau mencabut  SK Bupati Sumenep dan SK Gubernur Jawa Timur, apalagi para Penjaga Asta Tinggi secara turun temurun diatur oleh SK Bupati untuk menjaga memelihara cagar budaya tersebut.
 
Sementara itu, Yayasan Panambahana Sumolo yang bertindak sebagai pemohon, melalui kuasa hukumnya, mengatakan, dari surat keputusan Pengadilan Tinggi Surabaya ini menegaskan kepada pihak pengelola sebelumnya untuk menyerahkan pengelolaan kepada Yayasan Penambahana Sumolo.
 
Untuk diketahui, kurang lebih selama 12 tahun, Asta Tinggi ini dikelola oleh Yayasan Penjaga Asta Tinggi, namun beberapa tahun yang lalu digugat oleh Yayasan Penembahan Sumolo, sehingga terjadi sengketa. Namun saat ini Pengadilan Tinggi Surabaya memutuskan hasil sengketa, dan dibacakan Pengadilan Negeri Sumenep di depan Asta Tinggi Sumenep.(end)

Berita Terkait


Pembacaan Putusan Sengketa Makam Para Raja Dijaga Ratusan Polisi

Gara-Gara Makam, Pengembang Perumahan Tega Meja Hijaukan 7 Warga Bambe Gresik


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber