Berita Terbaru :
Tak Bisa Bekerja Selama 4 Bulan, Para Pencinta Seni Wadul ke DPRD
KPU Surabaya Temukan Banyak Alamat Pendukung Tidak Lengkap
Arif Fathoni Calon Kuat Ketua DPD 2 Golkar Surabaya
13 Pasien Covid 19 Sembuh Disambut Yel Yel Marinir
Lestarikan Budaya, Komunitas Dalang Gelar Wayangan Online
Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Kematian Bocah di Irigasi Membuat Orang Tua Shock
Berkat Minum Ramuan Probiotik, 41 Pasien Covid-19 Sembuh
Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
   

Bantuan Terus Berdatangan, Jumlah Kerusakan 22 Titik di Sembilan Kecamatan
Pantura  Kamis, 18-07-2019 | 16:52 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Dampak gempa Nusa Dua, Bali, yang juga dirasakan di Banyuwangi, Selasa kemarin menyebabkan atap dan bangunan rumah ambrol. Untuk mengurangi beban para korban, seluruh bantuan dari berbagai elemen terus berdatangan. Hingga Kamis pagi, tercatat sebanyak 22 titik rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan yang tersebar di 9 kecamatan.

Gempa Nusa Dua Bali menyebabkan puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami rusak parah. Atap dan bangunan rumah ambrol, serta beberapa warga menjadi korban reruntuhan bangunan.

"Untuk meringankan beban para korban gempa, sejumlah bantuan dari berbagai elemen masyarakat, organisasi keagamaan, instansi pemerintah dan swasta terus berdatangan kepada warga yang menjadi korban. Di antaranya beras, mie, obat-obatan serta pakaian yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata KH Ali Makki Zaini, Ketua PCNU Banyuwangi.
 
Hingga hari ini, menurut data dari Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Banyuwangi mencatat tedapat 22 titik rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan dan tersebar di 9 kecamatan diantaranya Kecamatan Pesanggaran, Siliragung, Muncar, Blimbingsari, Tegaldlimo, Gambiran, Cluring, Tegalsari dan Kecamatan Srono.

"Kerusakan yang terdampak gempa bervariasi, di antaranya tembok rumah yang retak bahkan ambrol, serta atap rumah dan genteng runtuh. Tidak hanya rumah, beberapa fasilitas umum juga terdampak gempa. Di antaranya serambi masjid rusak, plafon sekolah ambruk dan beberapa musholla yang gentengnya jatuh," kata Fajar Suasana, Kepala Pelaksana BPBD.

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan untuk tidak panik dan jangan terpercaya kepada informasi-informasi yang kebenarannya tidak resmi.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 6.0 skala richter terjadi di Nusa Dua, Bali, Selasa pagi. Dari informasi yang dirilis Badan Mitigasi Klimatologi Dan Geofisika, pusat gempa berada di lokasi 9.11 lintang selatan, 114.54 bujur timur, atau 83 kilometer barat daya, Nusa Dua Bali, dengan kedalaman 68 kilometer.(end)

Berita Terkait

Bantuan Terus Berdatangan, Jumlah Kerusakan 22 Titik di Sembilan Kecamatan

Getaran Gempa Nusa Dua Bali Terjadi di 13 Daerah di Jatim

Gempa Bali Terasa Hingga Pamekasan

Gempa Bali, Beberapa Bangunan di Jember Retak
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  3 jam

Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Peristiwa  3 jam

Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Peristiwa  2 jam

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan
Metropolis  15 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber