Berita Terbaru :
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
   

Musim Kemarau, Warga Mulai Kekurangan Air Bersih
Mataraman  Kamis, 18-07-2019 | 09:10 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Sejak sebulan terakhir , sejumlah dusun di dua Kecamatan Arjasa, dan Sumber Malang Kabupaten Situbondo, mulai megalami krisis air bersih.

Akibatnya, warga harus mengantre dan bergantian untuk mendapatkan suplai air bersih. Sumber mata air mengecil dan pengeboran kurang dalam, menjadi penyebab air sberish sulit di dapat warga.

Kiris air bersih mulai melanda warga di 2 dusun Pandosa dan Belikeran, Desa Jati Sari, Kecamatan Arjasa. Sejak sebulan terakhir, sumber mata air mulai mengeceil hingga mengalami kekeringan.

Seperti sumur bor yang berada di Dusun Bendusa ini misalnya. Meski kran dibuka, namun tak mengeluarkan setetes air bersih sama sekali. Penyebab air tidak menetes lantaran kurang dalamnya pengeboran hingga mencapai sumber mata air yang mencukupi.

Tak hanya itu, kondisi sumber air mulai mengecil juga di alami warga setempat. Akibatnya, warga harus  rela mengantri secara bergiliran  untuk mendapatkan air besih. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengisi penuh antrian jirigen.

Gatot Trikorawan , Kabag Kesiapsiagaan Dan Logistik BPBD Situbondo, menejlaskan, hingga kini pihaknya mulai melakukan pengecekan  langsung ke wilayah terdampak kekeringan akibat musim kemarau .

"Kita berharap setiap kecamatan segera melayangkan surat permohonan droping air, untuk bisa memenuhi kebutuhan warganya," jelas Gatot Trikorawan.

Dari data semebtara, setidaknya sudah ada dua kecamatan sumber malang dan Kecamatan Arjasa, melayangkan bantuan droping air bersih.

Tidak serta merta droping air ke pada warga, petuags terlebih dulu akan melakukan penecekan ke lokasi terampak krisi air bersih. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  7 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  17 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  20 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber