Berita Terbaru :
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
Hipakad Jatim : Jika Aksi KAMI Adalah Makar , Maka Mestinya Diproses Hukum
Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Sutiaji: Tingkat Kedisiplinan Warga Untuk Pakai Masker Semakin Tinggi
   

Musim Kemarau, Petani Beralih Tanam Ketela
Mataraman  Kamis, 18-07-2019 | 08:17 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Para petani di Kabupaten Magetan, yang tinggal di wilayah kekeringan harus membanting setir untuk tetap bercocok tanam pada musim kemarau. Sebagian menanam ketela, dan jagung, karena dianggap membutuhkan air sedikit.

Musim kemarau, sebagian petani di kabupaten magetan, memilih menanam ketela atau jagung. mereka tidak bisa lagi menanam padi, seperti sebelumnya, karena air irigasi yang sudah kering.

Seperti yang dilakukan oleh petani di Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro Magetan. Sebagian besar petani di desa ini, sudah memulai menanam tanaman ketela, karena tidak banyak membutuhkan air, dibandingkan tanaman padi.

Untuk masa panen, tanaman ketela hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan, dengan harga ketela berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu perkilonya. Bila hasil panen baik, setiap setengah hektar tanaman ketela, bisa menghasilkan 5 ton ubi, untuk setiap kali panennya.

Salah satu petani, Suyadi, mengatakan,  pada saat musim kemarau, petani di desanya sudah tidak bisa lagi menanam tanaman padi, karena saluran irigasi yang sudah mengering. "Saat ini, mereka mulai beralih menanam tanaman kacang, jagung dan ketela," kata Suyadi.

Para petani mengharapkan agar di areal pertaniannya ada sumur dalam, sehingga mereka tidak kebingungan mencukupi kebutuhan air untuk pertanian, saat musim kemarau. (yos)

Berita Terkait

Terdampak Kekeringan, Warga Harus Ambil Air di Tengah Hutan

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis

Penyalahgunaan Lahan Sebabkan Kekeringan Berulang di Jatim

Kemarau Panjang 4 Waduk Kering, Tanaman Jagung Mati
Berita Terpopuler
Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Madiun Meningkat 100 Persen
Peristiwa  9 jam

Sampai Saat Ini Pemprov Jatim Belum Menyerahkan KUA PPAS Kepada DPRD Jatim
Politik  6 jam

Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  8 jam

Lpg Melon Cepat Habis, Diduga Digunakan Untuk Pertanian
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber