Berita Terbaru :
Presiden Beri Tanda Jasa dan Kehormatan Kepada 53 Tokoh Terpilih
PKB dan PDIP Akan Koalisi Dalam Pilkada Lamongan 2020
Dolar Loyo, Harga Emas Antam Naik Lagi
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Resiko Penularan Lewat Aerosol, WHO Peringatkan Tunda ke Dokter Gigi
Klaster Rumah Makan, Tiga Karyawan Positif Covid-19
Panas, PDIP Beri Sinyal Ganggu Dominasi Mahfud Arifin di Surabaya
Bursa Transfer: Gelandang Chelsea ke Milan, Juventus Jual Dybala
3 Laptop Terbaru Acer Menarget Konsumen Modern
Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
KASBI Kecam PHK Secara Sepihak Terhadap Karyawan BUMN
Sadas, Handsanitizer Berbahan Alami Tanaman Adas
Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Begini Pembelajaran Tatap Muka di SMKN 6 Surabaya
Jelang Pilbup, Seluruh Ketua Parpol Melakukan Deklarasi Damai
   

Musim Kemarau, Petani Beralih Tanam Ketela
Mataraman  Kamis, 18-07-2019 | 08:17 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Para petani di Kabupaten Magetan, yang tinggal di wilayah kekeringan harus membanting setir untuk tetap bercocok tanam pada musim kemarau. Sebagian menanam ketela, dan jagung, karena dianggap membutuhkan air sedikit.

Musim kemarau, sebagian petani di kabupaten magetan, memilih menanam ketela atau jagung. mereka tidak bisa lagi menanam padi, seperti sebelumnya, karena air irigasi yang sudah kering.

Seperti yang dilakukan oleh petani di Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro Magetan. Sebagian besar petani di desa ini, sudah memulai menanam tanaman ketela, karena tidak banyak membutuhkan air, dibandingkan tanaman padi.

Untuk masa panen, tanaman ketela hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan, dengan harga ketela berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu perkilonya. Bila hasil panen baik, setiap setengah hektar tanaman ketela, bisa menghasilkan 5 ton ubi, untuk setiap kali panennya.

Salah satu petani, Suyadi, mengatakan,  pada saat musim kemarau, petani di desanya sudah tidak bisa lagi menanam tanaman padi, karena saluran irigasi yang sudah mengering. "Saat ini, mereka mulai beralih menanam tanaman kacang, jagung dan ketela," kata Suyadi.

Para petani mengharapkan agar di areal pertaniannya ada sumur dalam, sehingga mereka tidak kebingungan mencukupi kebutuhan air untuk pertanian, saat musim kemarau. (yos)

Berita Terkait

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  1 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  12 jam

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  9 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber