Berita Terbaru :
KPU Surabaya Segera Gelar Debat Publlik Pada 4 November
Banyaknya Kendaraan Pribadi, Trayek Pedesaan Hampir Punah
Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Eksotisme Goa Ngerong yang Dihuni Ribuan Ikan dan Kelelawar
Sarung Kain Batik Tulis Jetis Sidoarjo Ramai Dipesan
Menikmati Bakso Lobster Saat Libur Panjang
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Seikhlasnya
Selama Juni, PMI Surabaya Sudah Menerima 282 Pendonor Plasma Untuk Penderita Covid-19
Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Long Weekend, KWJ Mulai Dipadati Wisatawan
Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
   

Musim Kemarau, Petani Beralih Tanam Ketela
Mataraman  Kamis, 18-07-2019 | 08:17 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Para petani di Kabupaten Magetan, yang tinggal di wilayah kekeringan harus membanting setir untuk tetap bercocok tanam pada musim kemarau. Sebagian menanam ketela, dan jagung, karena dianggap membutuhkan air sedikit.

Musim kemarau, sebagian petani di kabupaten magetan, memilih menanam ketela atau jagung. mereka tidak bisa lagi menanam padi, seperti sebelumnya, karena air irigasi yang sudah kering.

Seperti yang dilakukan oleh petani di Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro Magetan. Sebagian besar petani di desa ini, sudah memulai menanam tanaman ketela, karena tidak banyak membutuhkan air, dibandingkan tanaman padi.

Untuk masa panen, tanaman ketela hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan, dengan harga ketela berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu perkilonya. Bila hasil panen baik, setiap setengah hektar tanaman ketela, bisa menghasilkan 5 ton ubi, untuk setiap kali panennya.

Salah satu petani, Suyadi, mengatakan,  pada saat musim kemarau, petani di desanya sudah tidak bisa lagi menanam tanaman padi, karena saluran irigasi yang sudah mengering. "Saat ini, mereka mulai beralih menanam tanaman kacang, jagung dan ketela," kata Suyadi.

Para petani mengharapkan agar di areal pertaniannya ada sumur dalam, sehingga mereka tidak kebingungan mencukupi kebutuhan air untuk pertanian, saat musim kemarau. (yos)

Berita Terkait

Petani 24 Desa Terancam Kekeringan Akibat Tak Ada Saluran ke Sungai Induk

Embung Menyusut, Puluhan Hektar Sawah Dibiarkan Kering

Pemerintah Harus Bisa Mengatasi Kekeringan Jangka Panjang di Jatim

Airnya Menyusut, 15 Embung Tak Berfungsi
Berita Terpopuler
Rayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, Pengemudi Ojol di Tulungagung Pasang Tarif Sei...selanjutnya
Sosok  7 jam

Banyak Pelanggar, Polisi Edukasi Pelanggar Dengan Diberi Masker dan Helm
Peristiwa  9 jam

Kokedama, Inovasi Serabut Kelapa Jadi Media Tanaman Hias
Life Style  3 jam

Kisah Nenek 105 Tahun Sembuh Covid-19
Covid-19  11 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber