Berita Terbaru :
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
   

Musim Kemarau, Produksi Susu Sapi Perah Menurun
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 17-07-2019 | 04:10 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Memasuki musim kemarau, produksi susu sapi perah di tulungagung, mengalami penurunan hingga 30 persen. Kondisi tersebut dipicu akibat asupan pakan hijau yang kurang, menurunnya produktifitas susu ini, diimbangi dengan meningkatnya kualitas susu.

Musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan, berdampak pada menurunnya produksi susu sapi perah, di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung.

Sapi-sapi perah milik peternak di desa ini, mengalami penurunan produksi antara 20 hingga 30 persen. Jika sebelumnya satu ekor sapi bisa menghasilkan susu sebanyak 30 liter perhari, saat ini tinggal 20 liter perhari.

Menurut salah seorang peternak, Katiman, menurunnya produksi susu ini, dipicu akibat kurangnya asupan pakan hijauan. Produksi susu sapi perah, sangat dipengaruhi oleh cukup atau tidaknya pakan hijauan yang diberikan. "Sedangkan pada musim kemarau seperti ini, lahan merumput dikawasan hutan sekitar banyak yang mengering," kata Katiman.

Para peternak tidak dapat berbuat banyak, saat terjadi penurunan produksi seperti ini. Sebab apabila harus membeli rumput, maka ongkos produksi akan meningkat.

Satu ikat rumput dipasaran seharga Rp 17. 500 dan satu ekor sapi membutuhkan minimal 2 ikat rumput dalam sehari. Diluar kebutuhan rumput, biaya pakan satu ekor sapi berupa bekatul dan konsentrat, rata-rata sebesar Rp 40 ribu per hari.

Menurunnya produktifitas sapi perah di musim kemarau, diimbangi dengan meningkatnya kualitas susu yang dihasilkan. Kadar air di dalam susu jauh berkurang, jika dibanding pada saat musim penghujan.

Harga susu di tingkat peternak yang dibeli oleh koperasi setempat, saat ini sebesar Rp 5. 500 per liter. (yos)

Berita Terkait

Musim Kemarau, Produksi Susu Sapi Perah Menurun

Ketua KUD Batu: Selama Dua Tahun Sudah Naikkan Harga Susu 2 Kali
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  14 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  11 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  7 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  12 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber