Berita Terbaru :
Sungai Gemblo Yang Penuh Sampah Disulap Menjadi Destinasi Wisata Air
Rakercabsus, Bahas Program Unggulan Hingga Reformasi Birokrasi
Puluhan Calon Pasien di Rumah Sakit Pasang Batu dan Botol Air Mineral
Razia Masker, Polisi Justru Temukan Warga Sedang Bermain Judi
Tiga Pria Pengangguran Tipu Pemuda Berkebutuhan Khusus
Ratusan Warga di Nganjuk Antri Bensin Premium
Dua Pelaku Tawuran Ternyata Masih Remaja
Pemkot Surabaya Gelar Rakor Terkait Rencana Sekolah Dibuka
Bersiap Sekolah Tatap Muka, 21 SMP Jalani Simulasi
Demo Pekerja Hiburan Malam Tuntut Walikota Cabut Perwali 33 Tahun 2020
Di Kampus Unair, Gilang Dikenal Baik dan Pandai
Adu Jangkrik Mobil VS Motor, Satu Tewas
Dirut PDAM Surabaya Bantah Siap Dampingi Machfud Arifin Sebagai Bakal Calon Wawali
Gelar Demo, Mahasiswa Segel Gedung Dewan
Dukun Cabul Asal Bondoeo Ditetapkan Tersangka
   

Musim Kemarau, Produksi Susu Sapi Perah Menurun
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 17-07-2019 | 04:10 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Memasuki musim kemarau, produksi susu sapi perah di tulungagung, mengalami penurunan hingga 30 persen. Kondisi tersebut dipicu akibat asupan pakan hijau yang kurang, menurunnya produktifitas susu ini, diimbangi dengan meningkatnya kualitas susu.

Musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan, berdampak pada menurunnya produksi susu sapi perah, di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Tulungagung.

Sapi-sapi perah milik peternak di desa ini, mengalami penurunan produksi antara 20 hingga 30 persen. Jika sebelumnya satu ekor sapi bisa menghasilkan susu sebanyak 30 liter perhari, saat ini tinggal 20 liter perhari.

Menurut salah seorang peternak, Katiman, menurunnya produksi susu ini, dipicu akibat kurangnya asupan pakan hijauan. Produksi susu sapi perah, sangat dipengaruhi oleh cukup atau tidaknya pakan hijauan yang diberikan. "Sedangkan pada musim kemarau seperti ini, lahan merumput dikawasan hutan sekitar banyak yang mengering," kata Katiman.

Para peternak tidak dapat berbuat banyak, saat terjadi penurunan produksi seperti ini. Sebab apabila harus membeli rumput, maka ongkos produksi akan meningkat.

Satu ikat rumput dipasaran seharga Rp 17. 500 dan satu ekor sapi membutuhkan minimal 2 ikat rumput dalam sehari. Diluar kebutuhan rumput, biaya pakan satu ekor sapi berupa bekatul dan konsentrat, rata-rata sebesar Rp 40 ribu per hari.

Menurunnya produktifitas sapi perah di musim kemarau, diimbangi dengan meningkatnya kualitas susu yang dihasilkan. Kadar air di dalam susu jauh berkurang, jika dibanding pada saat musim penghujan.

Harga susu di tingkat peternak yang dibeli oleh koperasi setempat, saat ini sebesar Rp 5. 500 per liter. (yos)

Berita Terkait

Musim Kemarau, Produksi Susu Sapi Perah Menurun

Ketua KUD Batu: Selama Dua Tahun Sudah Naikkan Harga Susu 2 Kali
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  9 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  8 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  10 jam

Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber