Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Tarif Sewa GBT Naik, Manajemen Persebaya Minta Tarif Khusus Ke Dewan
Selasa, 16-07-2019 | 19:48 wib
Oleh : Dewi Imroatin
Berita Video : Tarif Sewa GBT Naik, Manajemen Persebaya Minta Tarif Khusus Ke Dewan
Surabaya pojokpitu.com, Manajemen Persebaya merasa keberatan dengan wacana kenaikan tarif GBT (Gelora Bung Tomo) dikarenakan angka yang direncanakan cukup tinggi. Bahkan mencapai 400 juta lebih. Dewan akan mengusulkan untuk Persebaya menjadi pihak ketiga mengelola GBT dengan sistem pembayaran retribusi ke Pemkot.

"Rencana kenaikan tarif GBT cukup memberatkan, karena secara angka kenaikannya sangat tinggi dan tidak rasional, sehingga akan mengganggu biaya operasional. Jika ada pemberlakuan tarif khusus untuk Persebaya, maka semua harus ada landasan hukum yang jelas. Jangan sampai hanya sekedar pernyataan, regulasi perlakuan khusus itu juga harus ada agar payung hukumnya pun jelas," kata Chandra Wahyudi, manajer Persebaya.

Chandra menjabarkan, dalam raperda retribusi yang diusulkan Pemkot Surabaya, sewa stadion GBT dibanderol Rp 444,6 juta per hari atau selama 24 jam, sedangkan sewa per jamnya Rp 22 juta, sedangkan pada Perda Kota Surabaya nomor 2 tahun 2013 pasal 19 b menyebutkan pertandingan level liga 1 dibanderol Rp 30 juta dan pertandingan internasional Rp 70 juta.

Sementara itu, Baktiono, anggota Komisi B DPRD Surabaya, mengatakan, terdapat dua gelora di Surabaya yakni Gelora 10 November dan Gelora Bung Tomo, dan kontribusi PAD dari dua gelora ini tidak begitu besar. Dari Gelora 10 November hanya Rp 600 juta , sedangkan Gelora Bung Tomo sekitar Rp 1 miliar.

Politisi dari fraksi PDIP ini menegaskan, memang ada perlakuan khusus harus benar-benar diatur secara detail di raperda yang diusulkan Pemkot, apalagi Persebaya dalam melakukan pertandingan, persiapannya bisa sampai beberapa hari.

"Dewan memberikan alternatif untuk penerapan tarif yang diberlakukan pada Persebaya bisa dengan sistem sewa selama beberapa tahun dengan pembayaran retribusi sewa ke Pemkot, sedangkan semua biaya operasional pengelolaan GBT ditanggung Persebaya," kata Baktiono, yang juga Ketua Pansus Aset Daerah.

Sementara itu, Whisnu Sakti Buana, Wakil Walikota Surabaya menegaskan, saat ini masih dalam proses pembahasan. "Apapun sistem sewa yang diberlakukan khusus untuk Persebaya bisa diterapkan. Yang pasti, dirinya akan terus mengupayakan dengan komunikasi kepada Walikota untuk tarif yang diberlakukan pada Persebaya tidak memberatkan," kata Whisnu Sakti Buana.(end)

Berita Terkait


Tarif Sewa GBT Naik, Manajemen Persebaya Minta Tarif Khusus Ke Dewan


Manajemen Persebaya Akhirnya Memutus Kontrak Iwan Setiawan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber