Berita Terbaru :
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
   

Fakta Tak Lazim, Para Saksi Cabut Keterangan Saat Sidang
Hukum  Selasa, 16-07-2019 | 11:59 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Dalam sidang menemukan fakta yang jarang terjadi. Sebab istri terdakwa sebagai saksi pelapor tiba tiba mancabut laporan di kepolisian saat sidang berlangsung. Foto Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Sidang lanjutan kasus nikah lagi yang dilakukan oleh Kades Tarokan Kediri dengan cara memalsukan KK dan KTP kembali digelar. Sidang dengan agenda keterangan saksi ini, menghadirkan 7 saksi sekaligus.

Sidang juga menghadirkan Supadi Kades Tarokan Kediri sebagai terdakwa. Dalam sidang ini ditemukan fakta yang tak lazim. Dimana istri terakwa, Yatirah sebagai pelapor tiba tiba mencabut laporannya atas suaminya di kepolisian. Anehnya pencabutan laporan dilakukan saat proses persidangan berlangsung.

Tak hanya itu, Woko sebagai Kades Kaliboto Kediri juga sebagai saksi lain, juga mencabut keterangan laporan yang sebelumnya sudah di BAP polisi.

Keterangan Woko tak sesusi dengan BAP sebelumnya, dimama mengaku menandatangani form pernikahan seri N1 hingga N7 dalam kondisi form kosong. Namun di depan hakim, Woko mengaku menandtangi form tersebut dalam kondisi form terisi nama Supadi.

Menurut kuasa hukum terdakwa, Prayugo Laksono. Kliennya mengakui telah memalsukan KK dan KTP dengan cara mensecand KK dan KTPnya sendiri. Serta memalsukan alamat yang sebenarnya di Desa Tarokan dipindah ke Desa Kaliboto. Hingga Supadi menyuruh perakat desanya untuk meminta tandatangan form N1 hingga N7 ke Woto sebagai Kades Kaliboto.

Sementara Yatirah istri Supadi yang juga sebagai pelapor atas kasus suaminya, mengaku tak terima dengan ulah suaminya menikah lagi tanpa ijin dari dirinya. Namun ia mencabut laporan di depan hakim Pengadilan Negeri Nganjuk saat sidang berlangsung.

Usai mendengarkan keterangan saksi-saksi, sidang kembali dilanjutkan besok hari dengan agenda keterangan terdakwa Supadi Kades Tarokan. (pul)

Berita Terkait

Meski Terbukti Palsukan Identitas, Jaksa Belum Yakin Bisa Memberatkan Tuntutan

Fakta Tak Lazim, Para Saksi Cabut Keterangan Saat Sidang
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  5 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  15 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  18 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber