Berita Terbaru :
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
   

Presiden Jokowi Intruksikan Kepala Daerah Siaga Kekeringan
Peristiwa  Senin, 15-07-2019 | 17:23 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada jajaranya untuk gerak cepat terhadap potensi kekeringan yang bakal terjadi di musim kemarau panjang tahun ini. Hal tersebut dilakukan agar potensi gagal panen akibat kekeringan tidak terjadi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo, dalam rapat terbatas dengan jajaranya di Istana Presiden Jakarta, dikatakan Jokowi dari laporan BMKG. Jokowi menyebut musim kemarau di Indonesia bakal panjang puncaknya pada Agustus dan September.

"Saya sudah meminta kepada mentri dan gubernur untuk mengecek dan mematau terkait kekeringan yang terjadi," kata Joko Widodo.
 
Menurut Jokowi, hal itu perlu segera diantisipasi sebab kering selama 21 hari tanpa hujan masuk status waspada, sedangkan 31 hari sebagai siaga dan jika 61 hari tanpa hujan masuk status awas.0

"Adapun wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan sekarang adalah Jawa Barat, Jawa Tengah sebagian wilayah Jawa Timur," ujar Presiden.

Mantan Wali Kota Solo, ini juga meminta kepada seluruh pejabat negara untuk memastikan pasokan air bersih dan pertanian dapat terjaga. Sehingga risiko gagal panen bisa dihindari. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  19 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  18 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  5 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber