Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Kekurangan Air, Harga Cabai Melambung
Sabtu, 13-07-2019 | 08:10 wib
Oleh : Ahmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir, membuat para petani cabai di Lumajang, mengaku kesulitan mendapatkan air. Petani mengaku harus bergiliran seminggu sekali utuk bisa mengairi tanaman mereka. Akibatnya, banyak tanaman cabai yang mati karena kekurangn air.

Meski tanaman cabainya kurang bagus, Bu Atin, petani asal Desa Bades, Kecamatan Pasirian ini, memanen cabainya setiap lima hari sekali. Maklum saja, harga cabai saat ini cukup mahal, sehingga ia dan anaknya harus bersabar untuk merawat tanamannya.

Begitu juga dengan Subekhan. petani asal Purut, Pasirian ini, harus melakukan perawatan ekstra agar tanaman cabainya bisa dipanen. Musim kemarau yang terjadi saat ini membuat tanamannya mati, karena kekurangan air. Untuk mendapatkan air, ia harus menunggu giliran setiap seminggu sekali.

Selain kekurangan air, para petani juga mengeluhkan harga obat yang sangat mahal. Tak heran, jika dua hal itulah yang membuat harga cabai saat ini melambung cukup tinggi dipasaran. (yos)

Berita Terkait


Menjelang Maulid Nabi, Harga Kebutuhan Pokok Naik

Harga Bahan Pokok Dalam Kondisi Stabil

Bulan Maulud, Harga Sembako di Pasar Tradisional Stabil

Ayam Banyak Yang Sakit, Harga Telur Juga Turun


Menjelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Pemilu

Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang Masih Tinggi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber