Berita Terbaru :
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
   

Buaya Berumur 103 Tahun Mati di LK Madiun Umbul Square
Mataraman  Jum'at, 12-07-2019 | 00:16 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Seekor satwa buas di kawasan Lembaga Konservasi Madiun Umbul Square dikabarkan mati di usia 103 tahun. Hasil visum yang dilakukan dokter hewan, satwa buaya muara itu mati dengan kondisi mengalami luka-luka di bagian mulut dan hidung .

Seekor buaya muara penghuni Madiun Umbul Square mati di usianya 103 tahun beberapa hari lalu. Buaya yang diberi nama Bagong itu memiliki berat sekitar 200 kg dan panjang sekitar 5 meter . Hasil visum yang dilakukan dokter hewan,  buaya muara itu mati dengan kondisi mengalami luka-luka di bagian mulut dan hidung .

Direktur Madiun Umbul Square, Afri Handoko , mengatakan Bagong mati dalam usia yang mencapai 103 tahun . Bagong ini termasuk buaya tertua , dan hewan tertua yang ada di Lembaga Konservasi Umbul Square. "Sebelum diketahui mati dan dikubur, saat itu petugas sudah mendapati buaya jantan itu tidak mau lagi makan dan diam saja selama lebih dari 24 jam," kata Afri Handoko. 

Afri menampik jika ada kabar terkait kematian Bagong disebabkan karena minimnya perawatan dari pihak Umbul Square, namun kematian buaya muara itu dikarenakan faktor usia. Sedangkan terkait luka luka yang ditemukan hasil visum disebabkan benturan, lantaran satwa tersebut buta sejak tahun 2014 silam.

Diketahui, di Lembaga Konservasi Madiun Umbul Square terdapat lebih dari 200 ekor satwa terdiri dari reptil, mamalia dan aves. (end)

Berita Terkait

Buaya di Atap Rumah Gegerkan Warga

Buaya Berumur 103 Tahun Mati di LK Madiun Umbul Square

Sepekan Belum Ditemukan, Warga Tetap Waspada Keberadaan Buaya Bekatak

Warga Dihimbau Tidak Resah Dengan Munculnya Buaya Muara
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  15 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  13 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  14 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber