Berita Terbaru :
Polisi Periksa Kendaraan Arus Balik di Exit Tol Nganjuk
Dampak Covid, Penjual Oleh - Oleh Khas Gresik Sepi Pembeli
Cegah Pemudik, Warga Pasang Portal Pocong dan Keranda Mayat di Pintu Masuk Kampung
Kedapatan Akan Mudik, Satu Keluarga Asal Sidoarjo Diminta Putar Balik
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Buaya Berumur 103 Tahun Mati di LK Madiun Umbul Square
Mataraman  Jum'at, 12-07-2019 | 00:16 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Seekor satwa buas di kawasan Lembaga Konservasi Madiun Umbul Square dikabarkan mati di usia 103 tahun. Hasil visum yang dilakukan dokter hewan, satwa buaya muara itu mati dengan kondisi mengalami luka-luka di bagian mulut dan hidung .

Seekor buaya muara penghuni Madiun Umbul Square mati di usianya 103 tahun beberapa hari lalu. Buaya yang diberi nama Bagong itu memiliki berat sekitar 200 kg dan panjang sekitar 5 meter . Hasil visum yang dilakukan dokter hewan,  buaya muara itu mati dengan kondisi mengalami luka-luka di bagian mulut dan hidung .

Direktur Madiun Umbul Square, Afri Handoko , mengatakan Bagong mati dalam usia yang mencapai 103 tahun . Bagong ini termasuk buaya tertua , dan hewan tertua yang ada di Lembaga Konservasi Umbul Square. "Sebelum diketahui mati dan dikubur, saat itu petugas sudah mendapati buaya jantan itu tidak mau lagi makan dan diam saja selama lebih dari 24 jam," kata Afri Handoko. 

Afri menampik jika ada kabar terkait kematian Bagong disebabkan karena minimnya perawatan dari pihak Umbul Square, namun kematian buaya muara itu dikarenakan faktor usia. Sedangkan terkait luka luka yang ditemukan hasil visum disebabkan benturan, lantaran satwa tersebut buta sejak tahun 2014 silam.

Diketahui, di Lembaga Konservasi Madiun Umbul Square terdapat lebih dari 200 ekor satwa terdiri dari reptil, mamalia dan aves. (end)

Berita Terkait

Buaya di Atap Rumah Gegerkan Warga

Buaya Berumur 103 Tahun Mati di LK Madiun Umbul Square

Sepekan Belum Ditemukan, Warga Tetap Waspada Keberadaan Buaya Bekatak

Warga Dihimbau Tidak Resah Dengan Munculnya Buaya Muara
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  14 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  9 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  12 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber