Berita Terbaru :
Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Dhea Lukita Andriana, Pelajar Asal Tulungagung Dua Kali Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional
Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Ditarget, Alun-Alun Surabaya Area Atas Selesai 17 Agustus
Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Pengadilan Negeri
Gerakan Pemulihan Ekonomi Gubenur Jatim Kunjungi Pabrik Mamin dan Kebun Coklat Mojokerto
Tidak Memiliki Ijazah Profesi, Ribuan Bidan 2025 Terancam Tutup Praktek
Hak Mendaftarkan Cabup Cawabup Bisa Diambil Alih oleh DPP
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona, 20 Karyawan Di-Swab
Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Kayu
Tiga Siswa Harus Naik Turun Gunung Cari Sinyal Internet
Satu Hakim Positif Covid, 10 Hakim Lainnya Isolasi Mandiri, Sidang Banyak Yang Ditunda
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
   

Soal PDIP Surabaya, Pengamat : Risma Dekat Megawati, Tak Mungkin Beda Frekuensi
Politik  Kamis, 11-07-2019 | 19:27 wib
Reporter : Dewi imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dinilai tetap satu frekuensi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait penunjukan ketua, sekretaris, dan bendahara baru di tubuh DPC PDIP Kota Surabaya menggantikan Whisnu Sakti Buana. Ini karena Risma memiliki relasi sangat dekat dengan Megawati, sehingga tak mungkin berbeda kebijakan dengan putri proklamator Bung Karno tersebut.

Analis Politik Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam mengatakan, Risma memang tak mau masuk ke dalam polemik secara langsung karena untuk menjaga hubungan dengan Whisnu Sakti Buana yang tak lain adalah wakil walikota. Namun, dengan melihat relasi antara Risma dan Megawati, walikota perempuan pertama di Surabaya itu tidak akan berbeda sikap dengan DPP PDIP.

"Bu Risma mempunyai kedekatan khusus dengan Bu Mega, jadi tidak mungkin beda frekuensi. Karena keputusan di PDIP itu kan sangat kuat dari DPP, menurut saya, Bu Risma menyesuaikan frekuensi DPP PDIP," ujarnya.

Menurut Surokim, sikap Risma yang tak mau ikut polemik kepengurusan di DPC PDIP Surabaya bisa dibaca sebagai keselarasan dengan kebijakan DPP. Surokim juga menilai sikap Risma yang tak mau terbuka menyatakan pendapat dalam polemik ini sebagai langkah tepat demi menjaga kondusivitas.

"Pasti suara Bu Risma ke DPP. Tapi memang lebih baik diam dan tidak masuk ke polemik ini," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Trunojoyo Madura.

Seperti diketahui, pada Konfercab PDIP Surabaya Minggu lalu (7/7/2019), DPP PDIP menugaskan Adi Sutarwijono sebagai ketua PDIP Surabaya. Surat yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto tersebut mendapat penolakan sebagian pengurus anak cabang (PAC) dan sejumlah pengurus PDIP Surabaya sebelumnya, termasuk beberapa anggota Fraksi PDIP di DPRD Surabaya. Di sisi lain, banyak pula PAC dan jajaran kepengurusan PDIP Surabaya sebelumnya yang mendukung instruksi Megawati tersebut.(end)




Berita Terkait

PDIP Sudah Memiliki 9 Nama Calon Kepala Daerah

Soal PDIP Surabaya, Pengamat : Risma Dekat Megawati, Tak Mungkin Beda Frekuensi

Peringati HUT ke - 45, PDIP Surabaya Gelar Jalan Sehat

Direkom, PDIP Surabaya Ajak Risma Safari Politik
Berita Terpopuler
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona,...selanjutnya
Covid-19  4 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  10 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  21 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber