Berita Terbaru :
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
KPU Jatim Akan Melakukan Tahapan Pilkada 15 Juni
Oknum LSM Peras Kades Terancam 9 Tahun Penjara
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
   

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni
Life Style  Kamis, 11-07-2019 | 17:44 wib
Reporter : Amar Bahri
Surabaya pojokpitu.com, Kampung Bongkaran Cantikan Surabaya sejak dulu terkenal sebagai kampung kreasi bak sampah dari ban bekas roda truk. Tidak hanya terkenal di Jawa Timur, namun bak sampah ini juga dikirim hingga Kalimantan.

Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pebean Cantikan tepatnya di sepanjang Jalan Karet ini selalu menjadi jujukan pencari hasil kerajinan dari limbah roda mobil. Roda mobil biasanya disulap menjadi beberapa benda seperti tempat sampah, kursi, pangkon mobil hingga pot bunga.

Ban yang masih utuh dibelah menjadi beberapa bagian menggunakan alat sederhana seperti pisau seset, celurit atau cutter. Biasanya satu ban besar bisa dibelah menjadi enam bagian.

Ban yang sudah dibelah kemudian dipaku dan dibentuk sesuai keinginan. Ban yang sudah jadi kemudian dicat warna warni sesuai dengan permintaan customer.

Dalam sehari biasanya satu orang bisa memproduksi hingga 20 bak sampah dan produksi akan ditambah menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Umar Faruk, salah satu pemilik usaha ban bekas mengaku dalam sebulan dia bisa meraup keuntungan hingga delapan juta rupiah.

Usaha ban bekas yang sudah ada sejak tahun 1950 ini tidak hanya dikirim ke wilayah Jawa Timur saja, namun juga keluar pulau seperti Kalimantan, Banjarmasin, Palembang hingga Kendari. Produk kerajinan dari kampung ini bisa awet sampai bertahun-tahun.(end)

Berita Terkait

Ban Bekas Disulap Jadi Barang Yang Bernilai Tinggi

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni

Kreatif, Lukis Ban Bekas Jadi Hiasan Sepanjang Jalan

Ditangan Pemuda Ini, Limbah Ban Mobil Bekas Jadi Bak Sampah
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  1 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  2 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  3 jam

Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber