Berita Terbaru :
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni
Life Style  Kamis, 11-07-2019 | 17:44 wib
Reporter : Amar Bahri
Surabaya pojokpitu.com, Kampung Bongkaran Cantikan Surabaya sejak dulu terkenal sebagai kampung kreasi bak sampah dari ban bekas roda truk. Tidak hanya terkenal di Jawa Timur, namun bak sampah ini juga dikirim hingga Kalimantan.

Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pebean Cantikan tepatnya di sepanjang Jalan Karet ini selalu menjadi jujukan pencari hasil kerajinan dari limbah roda mobil. Roda mobil biasanya disulap menjadi beberapa benda seperti tempat sampah, kursi, pangkon mobil hingga pot bunga.

Ban yang masih utuh dibelah menjadi beberapa bagian menggunakan alat sederhana seperti pisau seset, celurit atau cutter. Biasanya satu ban besar bisa dibelah menjadi enam bagian.

Ban yang sudah dibelah kemudian dipaku dan dibentuk sesuai keinginan. Ban yang sudah jadi kemudian dicat warna warni sesuai dengan permintaan customer.

Dalam sehari biasanya satu orang bisa memproduksi hingga 20 bak sampah dan produksi akan ditambah menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Umar Faruk, salah satu pemilik usaha ban bekas mengaku dalam sebulan dia bisa meraup keuntungan hingga delapan juta rupiah.

Usaha ban bekas yang sudah ada sejak tahun 1950 ini tidak hanya dikirim ke wilayah Jawa Timur saja, namun juga keluar pulau seperti Kalimantan, Banjarmasin, Palembang hingga Kendari. Produk kerajinan dari kampung ini bisa awet sampai bertahun-tahun.(end)

Berita Terkait

Ban Bekas Disulap Jadi Barang Yang Bernilai Tinggi

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni

Kreatif, Lukis Ban Bekas Jadi Hiasan Sepanjang Jalan

Ditangan Pemuda Ini, Limbah Ban Mobil Bekas Jadi Bak Sampah
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  10 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  9 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  8 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber