Berita Terbaru :
Warung Makan Gratis, Bantu Warga di Tengah Pandemi
Survey ARC Indonesia, Elektabilitas Machfud Arifin Salip Eri Cahyadi
Anggota Fraksi Demokrat Turun Gunung All Out Menangkan Paslon No 1 di Pilkada Pacitan
Tol Krian Kebomas Gresik Sudah Beroperasi Per Desember
Kota Batu Masuk Zona Merah, Ketua Satgas Covid Sebut Ini Penyebabnya
Tersesat Saat Berusaha Kabur, Dua Maling Diamuk Massa
Penjagaan Logistik di Kecamatan Dijaga Selama 24 Jam
Warga Buduran Meninggal Dunia Saat Berolahraga
Antisipasi Kerawanan Pilkada, KPU Belum Distribusikan Surat Suara
Apel Pengamanan dan Simulasi Pilkada Dengan Terapkan Protokol Kesehatan
Ketidaknetralan ASN Pemkot Surabaya Dilaporkan ke Kejati Hingga Mabes Polri
Jelang Pilwali, Kadinkes Bagikan Penghargaan, Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Jaga Netralitas
Sejumlah Sekolah Masih Adakan Tatap Muka
Kenaikan Covid di Jatim Mencapai 460 Orang
Kapolres Malang Cek Kesiapan Bahan Material Pemungutan Suara
   

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni
Life Style  Kamis, 11-07-2019 | 17:44 wib
Reporter : Amar Bahri
Surabaya pojokpitu.com, Kampung Bongkaran Cantikan Surabaya sejak dulu terkenal sebagai kampung kreasi bak sampah dari ban bekas roda truk. Tidak hanya terkenal di Jawa Timur, namun bak sampah ini juga dikirim hingga Kalimantan.

Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pebean Cantikan tepatnya di sepanjang Jalan Karet ini selalu menjadi jujukan pencari hasil kerajinan dari limbah roda mobil. Roda mobil biasanya disulap menjadi beberapa benda seperti tempat sampah, kursi, pangkon mobil hingga pot bunga.

Ban yang masih utuh dibelah menjadi beberapa bagian menggunakan alat sederhana seperti pisau seset, celurit atau cutter. Biasanya satu ban besar bisa dibelah menjadi enam bagian.

Ban yang sudah dibelah kemudian dipaku dan dibentuk sesuai keinginan. Ban yang sudah jadi kemudian dicat warna warni sesuai dengan permintaan customer.

Dalam sehari biasanya satu orang bisa memproduksi hingga 20 bak sampah dan produksi akan ditambah menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Umar Faruk, salah satu pemilik usaha ban bekas mengaku dalam sebulan dia bisa meraup keuntungan hingga delapan juta rupiah.

Usaha ban bekas yang sudah ada sejak tahun 1950 ini tidak hanya dikirim ke wilayah Jawa Timur saja, namun juga keluar pulau seperti Kalimantan, Banjarmasin, Palembang hingga Kendari. Produk kerajinan dari kampung ini bisa awet sampai bertahun-tahun.(end)

Berita Terkait

Ban Bekas Disulap Jadi Barang Yang Bernilai Tinggi

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni

Kreatif, Lukis Ban Bekas Jadi Hiasan Sepanjang Jalan

Ditangan Pemuda Ini, Limbah Ban Mobil Bekas Jadi Bak Sampah
Berita Terpopuler
Kawanan Begal Todongan Pistol Rampas Motor Milik Remaja
Peristiwa  8 jam

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Peristiwa  10 jam

Survey The Republic Institute: Penantang Berpeluang Terpilih
Pilkada  7 jam

Rektor UTM dan PTT Pemkab Bangkalan Terpapar Covid 19
Covid-19  8 jam



Cuplikan Berita
Fenomena Alam Awan Berbentuk Cincin Ramai Diperbincangkan
Pojok Pitu

Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Pojok Pitu

Laka Elf Vs Truk, 3 Korban Meninggal Dunia Terbakar
Jatim Awan

Semeru Erupsi, Ratusan Warga di Kecamatan Pronojiwo Semeru Mengungsi
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber