Berita Terbaru :
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
Razia Warung Remang-Remang, Amankan Terduga PSK
Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid
Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolinggo
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
   

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni
Life Style  Kamis, 11-07-2019 | 17:44 wib
Reporter : Amar Bahri
Surabaya pojokpitu.com, Kampung Bongkaran Cantikan Surabaya sejak dulu terkenal sebagai kampung kreasi bak sampah dari ban bekas roda truk. Tidak hanya terkenal di Jawa Timur, namun bak sampah ini juga dikirim hingga Kalimantan.

Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pebean Cantikan tepatnya di sepanjang Jalan Karet ini selalu menjadi jujukan pencari hasil kerajinan dari limbah roda mobil. Roda mobil biasanya disulap menjadi beberapa benda seperti tempat sampah, kursi, pangkon mobil hingga pot bunga.

Ban yang masih utuh dibelah menjadi beberapa bagian menggunakan alat sederhana seperti pisau seset, celurit atau cutter. Biasanya satu ban besar bisa dibelah menjadi enam bagian.

Ban yang sudah dibelah kemudian dipaku dan dibentuk sesuai keinginan. Ban yang sudah jadi kemudian dicat warna warni sesuai dengan permintaan customer.

Dalam sehari biasanya satu orang bisa memproduksi hingga 20 bak sampah dan produksi akan ditambah menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Umar Faruk, salah satu pemilik usaha ban bekas mengaku dalam sebulan dia bisa meraup keuntungan hingga delapan juta rupiah.

Usaha ban bekas yang sudah ada sejak tahun 1950 ini tidak hanya dikirim ke wilayah Jawa Timur saja, namun juga keluar pulau seperti Kalimantan, Banjarmasin, Palembang hingga Kendari. Produk kerajinan dari kampung ini bisa awet sampai bertahun-tahun.(end)

Berita Terkait

Ban Bekas Disulap Jadi Barang Yang Bernilai Tinggi

Menyulap Ban Bekas Jadi Tempat Sampah Warna Warni

Kreatif, Lukis Ban Bekas Jadi Hiasan Sepanjang Jalan

Ditangan Pemuda Ini, Limbah Ban Mobil Bekas Jadi Bak Sampah
Berita Terpopuler
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  10 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  9 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  8 jam

Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber